5 Fakta Pemilu Negara Bagian di Malaysia, antara Mengumbar Janji dan Menjual Retorika Agama-Ras

Rabu, 02 Agustus 2023 - 21:35 WIB
loading...
5 Fakta Pemilu Negara...
Pemilu negara bagian di Malaysia menjadi pertarungan hebat antara koalisi oposisi dan aliansi partai politik yang berkuasa. Foto/CNA
A A A
KUALA LUMPUR - Saat upaya kampanye memanas untuk pemilihan negara bagian Malaysia , Aliansi Pakatan Harapan (PH) yang berkuasa mulai mengungkap janji dalam upaya mereka untuk mendapatkan dukungan dari para pemilih.

Tetapi apakah janji pemilu dan debat kebijakan yang digariskan dalam manifesto tidak akan berpengaruh secara signifikan dalam menggalang dukungan dari pemilih?

Sebaliknya, pemilih, terutama mayoritas di jantung pedesaan, lebih cenderung tertarik pada retorika kampanye dan isu rasial yang emosional.

Penduduk dari enam negara bagian - Selangor, Kelantan, Terengganu, Negeri Sembilan, Kedah dan Penang - akan memilih anggota parlemen di majelis negara bagian pada 12 Agustus 2023.

Aliansi Pakatan Harapan (PH) - Barisan Nasional (BN), yang merupakan bagian dari pemerintah persatuan federal di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim, telah meluncurkan manifesto pemilu untuk Penang dan Selangor. PH adalah pemerintah negara bagian petaha untuk kedua negara bagian ini.

Sementara itu, koalisi Perikatan Nasional (PN), yang menjadi oposisi di pemerintahan federal, juga meluncurkan manifestonya untuk negara bagian pantai timur Kelantan dan Terengganu, keduanya kubu partai komponen PN Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

PH-BN dan PN diharapkan mengungkap janji pemilu dan dokumen manifesto untuk negara bagian yang tersisa selama sisa kampanye.

Berikut adalah 5 fakta pemilu negara bagian di Malaysia.

1. Janji Adalah Janji

5 Fakta Pemilu Negara Bagian di Malaysia, antara Mengumbar Janji dan Menjual Retorika Agama-Ras

Foto/CNA

Singkatnya, janji-janji tersebut mencakup bantuan ekonomi bagi penduduk berpenghasilan rendah, kesempatan kerja, serta janji untuk meningkatkan konektivitas transportasi serta meningkatkan fasilitas umum seperti akses air bersih.

Direktur BowerGroup Asia Asrul Hadi Abdullah Sani mengatakan kepada CNA bahwa sementara debat kebijakan dan analisis janji pemilu harus menjadi bagian inti dari kampanye, dia mengakui bahwa kenyataannya sangat berbeda.

“Sayangnya, debat dan wacana kebijakan bukanlah norma dalam kampanye pemilu. Itu sebabnya partai politik perlu turun ke lapangan dan memastikan manifestonya diterjemahkan ke setiap lapisan masyarakat,” ujar Asrul.

“Sangat tidak mungkin mayoritas pemilih akan memutuskan berdasarkan manifesto masing-masing melainkan pada kepribadian dan retorika emosional,” tambahnya.

Analis politik James Chin, Profesor Studi Asia di University of Tasmania dan Rekan Senior di Institut Jeffrey Cheah di Asia Tenggara, menggemakan sentimen serupa.

Dia mengatakan kepada CNA: “Manifesto pemilu tidak penting dalam skema keseluruhan dalam politik Malaysia. Orang-orang hanya melihat halaman depan surat kabar dan mempertimbangkan berita utama yang besar tetapi bukan detail spesifik dari manifesto tersebut.

2. Permainan Emosi Lebih Utama

5 Fakta Pemilu Negara Bagian di Malaysia, antara Mengumbar Janji dan Menjual Retorika Agama-Ras

Foto/CNA
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved