Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
Kamis, 03 April 2025 - 10:16 WIB
loading...
Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Cory Booker. Foto/anews
A
A
A
WASHINGTON - Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Cory Booker memecahkan rekor pidato terpanjang dalam sejarah Senat AS.
Dia menyampaikan pidato selama 25 jam, lima menit, yang mengecam kebijakan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Pidato tersebut dimulai Senin malam pekan ini dan berakhir pada Selasa malam (1/4/2025).
Booker naik ke panggung dengan mengatakan dia bermaksud "mengganggu kegiatan Senat AS yang biasa selama saya masih mampu secara fisik" sebagai protes terhadap pemerintahan Trump.
Selama pidatonya, dia memperingatkan tentang momen "serius dan mendesak" bagi Amerika di tengah "ancaman" yang datang dari presiden dan banyaknya perintah eksekutif yang ia tandatangani sejak menjabat pada bulan Januari.
Senator tersebut mengecam pemotongan anggaran pemerintah Trump, pengurangan tenaga kerja federal, tarif perdagangan, perubahan kebijakan luar negeri, proposal untuk mencaplok Greenland dan Kanada, kritik terhadap NATO, dan perubahan pendiriannya terhadap Rusia.
Dia menyampaikan pidato selama 25 jam, lima menit, yang mengecam kebijakan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Pidato tersebut dimulai Senin malam pekan ini dan berakhir pada Selasa malam (1/4/2025).
Booker naik ke panggung dengan mengatakan dia bermaksud "mengganggu kegiatan Senat AS yang biasa selama saya masih mampu secara fisik" sebagai protes terhadap pemerintahan Trump.
Selama pidatonya, dia memperingatkan tentang momen "serius dan mendesak" bagi Amerika di tengah "ancaman" yang datang dari presiden dan banyaknya perintah eksekutif yang ia tandatangani sejak menjabat pada bulan Januari.
Senator tersebut mengecam pemotongan anggaran pemerintah Trump, pengurangan tenaga kerja federal, tarif perdagangan, perubahan kebijakan luar negeri, proposal untuk mencaplok Greenland dan Kanada, kritik terhadap NATO, dan perubahan pendiriannya terhadap Rusia.
Lihat Juga :