Menlu Pakistan Serukan Kekuatan Dunia Cairkan Aset Afghanistan

Selasa, 21 September 2021 - 20:22 WIB
loading...
Menlu Pakistan Serukan...
Menlu Pakistan serukan dunia cairkan aset milik Afghanistan. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyerukan kepada kekuatan dunia harus mencairkan aset Afghanistan yang diblokir setelah Taliban kembali berkuasa di negara itu. Haltersebut perlu dilakukan untuk mencegah gejolak ekonomi di negara yang dilanda perang itu.

Setelah Taliban berkuasa di Afghanistan, Amerika Serikat (AS) membekukan hampir USD9,5 miliar aset milik bank sentral Afghanistan, sementara Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Uni Eropa menangguhkan pendanaan untuk proyek-proyek di republik Islam itu.

"Saya pikir membekukan aset tidak membantu situasi. Saya akan sangat mendesak kekuatan yang ada bahwa mereka harus meninjau kembali kebijakan itu dan memikirkan unfreeze. Ini akan menjadi langkah membangun kepercayaan juga dan itu juga bisa mendorong perilaku positif," kata Qureshi di sela-sela sesi ke-76 Majelis Umum PBB, seperti dikutip Sputnik dari Express Tribune, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: PM Pakistan Akui Telah Mulai Dialog dengan Taliban

Qureshi juga mengatakan bahwa sekarang ada harapan untuk perdamaian di Afghanistan setelah empat dekade perang di negara itu.

"Kekuatan dunia tidak boleh meninggalkan Afghanistan sendirian di saat kritis ini," serunya.

Dia menambahkan bahwa masyarakat internasional harus bersikeras bahwa Afghanistan memiliki pemerintah inklusif di mana semua kelompok etnis terwakili. Ia menambahkan bahwa pemerintah yang dipimpin Taliban harus menepati janjinya bahwa anak perempuan dan kaum perempuan diizinkan pergi ke sekolah, perguruan tinggi dan universitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved