Menlu Pakistan Serukan Kekuatan Dunia Cairkan Aset Afghanistan

loading...
Menlu Pakistan Serukan Kekuatan Dunia Cairkan Aset Afghanistan
Menlu Pakistan serukan dunia cairkan aset milik Afghanistan. Foto/Ilustrasi
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyerukan kepada kekuatan dunia harus mencairkan aset Afghanistan yang diblokir setelah Taliban kembali berkuasa di negara itu. Haltersebut perlu dilakukan untuk mencegah gejolak ekonomi di negara yang dilanda perang itu.

Setelah Taliban berkuasa di Afghanistan, Amerika Serikat (AS) membekukan hampir USD9,5 miliar aset milik bank sentral Afghanistan, sementara Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Uni Eropa menangguhkan pendanaan untuk proyek-proyek di republik Islam itu.

"Saya pikir membekukan aset tidak membantu situasi. Saya akan sangat mendesak kekuatan yang ada bahwa mereka harus meninjau kembali kebijakan itu dan memikirkan unfreeze. Ini akan menjadi langkah membangun kepercayaan juga dan itu juga bisa mendorong perilaku positif," kata Qureshi di sela-sela sesi ke-76 Majelis Umum PBB, seperti dikutip Sputnik dari Express Tribune, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: PM Pakistan Akui Telah Mulai Dialog dengan Taliban



Qureshi juga mengatakan bahwa sekarang ada harapan untuk perdamaian di Afghanistan setelah empat dekade perang di negara itu.

"Kekuatan dunia tidak boleh meninggalkan Afghanistan sendirian di saat kritis ini," serunya.

Dia menambahkan bahwa masyarakat internasional harus bersikeras bahwa Afghanistan memiliki pemerintah inklusif di mana semua kelompok etnis terwakili. Ia menambahkan bahwa pemerintah yang dipimpin Taliban harus menepati janjinya bahwa anak perempuan dan kaum perempuan diizinkan pergi ke sekolah, perguruan tinggi dan universitas.

Baca juga: Penerbangan Komersial Internasional Pertama Era Taliban Mendarat di Kabul

Pada pertengahan Agustus, Taliban mengambil alih Kabul dan pemerintah resmi Afghanistan runtuh. Setelah merebut provinsi terakhir Panjshir, Taliban mengumumkan komposisi pemerintah sementara baru Afghanistan yang dipimpin oleh Mohammad Hasan Akhund, yang berada di bawah sanksi PBB sejak 2001.

Pada 13 September, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan bahwa pemerintah baru Afghanistan siap untuk mengambil semua langkah hukum yang mungkin untuk mencairkan aset Afghanistan di Amerika Serikat.



Baca juga: Pakistan: Dunia Harus Akui Realitas Baru di Afghanistan dan Terlibat di Dalamnya
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top