Langkah WHO Tolak 'Paspor Kebal Covid-19' Dinilai Tepat

Minggu, 03 Mei 2020 - 23:27 WIB
loading...
Langkah WHO Tolak Paspor...
Ilustrasi
A A A
EDINBURGH - Para dokter menyebut keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menolak ide adanya "paspor kebal" Covid-19 sebagai langkah tepat. WHO menyebut, saat ini tidak ada cukup bukti untuk mengatakan bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 dan memiliki antibodi tidak akan kembali terinfeksi virus tersebut.

Pengumuman WHO itu dikeluarkan karena beberapa negara telah mempertimbangkan untuk mengizinkan orang-orang yang telah pulih untuk bepergian atau kembali bekerja.

Robert Coull, seorang dokter umum di Strachur Medical Practice di Skotlandia, seperti dilansir Al Arabiya mengaku sangat prihatin bahwa beberapa negara sedang mempertimbangkan paspor imunitas.

"Kami telah melihat virus Corona sebelumnya. Salah satunya menyebabkan flu biasa dan lainnya menyebabkan infeksi pada hewan. Mereka diketahui sulit bagi sistem kekebalan untuk mengembangkan kekebalan jangka panjang. Misalnya, kekebalan terhadap flu biasa berlangsung beberapa minggu hingga berbulan-bulan," ucap Coul.

"Banyak ahli, termasuk saya sendiri, telah mengatakan di depan umum selama berbulan-bulan bahwa kita perlu berhati-hati dalam mendasarkan strategi kita pada kekebalan, karena kita tidak tahu apakah memiliki Covid-19 akan membuat kita kebal dan jika demikian, untuk berapa lama," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Berita Terkini
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved