Antisipasi Serangan Rusia, Polandia Wajibkan Latihan Militer bagi Pria Dewasa
Sabtu, 08 Maret 2025 - 15:21 WIB
loading...
Polandia mewajibkan latihan militer bagi pria dewasa sebagai antisipasi serangan Rusia. Foto/Xinhua/Jaap Arriens
A
A
A
WARSAWA - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa pemerintahnya sedang menyusun rencana untuk mempersiapkan pelatihan militer berskala besar bagi setiap pria dewasa sebagai respons terhadap perubahan situasi keamanan di Eropa.
Tusk mengatakan kepada Sejm, majelis rendah parlemen, bahwa pelatihan militer akan menciptakan pasukan cadangan yang "cukup untuk menghadapi kemungkinan ancaman."
Pidato tersebut difokuskan pada situasi keamanan internasional. Polandia terletak di sepanjang sisi timur NATO dan sangat prihatin dengan perang di Ukraina.
Ada kekhawatiran bahwa jika Ukraina dikalahkan, Rusia akan mengalihkan ambisi kekaisarannya ke negara-negara seperti Polandia, yang dikuasainya selama abad ke-19 dan selama Perang Dingin.
Jaroslaw Kaczyński, kepala partai oposisi terbesar di Polandia, Hukum dan Keadilan yang konservatif, mengatakan perubahan mental dalam masyarakat juga diperlukan selain pelatihan militer bagi para pria. "Kita akan kembali ke etos kesatria dan fakta bahwa pria juga harus menjadi prajurit, yaitu, mampu mempertaruhkan diri mereka, bahkan sampai mati," kata Kaczyński, dilansir CNN.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Kekhawatiran meningkat di Polandia dan di sebagian besar Eropa karena Presiden Donald Trump telah mengubah posisi AS dari pembela Ukraina menjadi menahan bantuan militer dan intelijen serta mengisyaratkan dukungan terhadap posisi Rusia.
Tusk mengatakan kepada Sejm, majelis rendah parlemen, bahwa pelatihan militer akan menciptakan pasukan cadangan yang "cukup untuk menghadapi kemungkinan ancaman."
Pidato tersebut difokuskan pada situasi keamanan internasional. Polandia terletak di sepanjang sisi timur NATO dan sangat prihatin dengan perang di Ukraina.
Ada kekhawatiran bahwa jika Ukraina dikalahkan, Rusia akan mengalihkan ambisi kekaisarannya ke negara-negara seperti Polandia, yang dikuasainya selama abad ke-19 dan selama Perang Dingin.
Jaroslaw Kaczyński, kepala partai oposisi terbesar di Polandia, Hukum dan Keadilan yang konservatif, mengatakan perubahan mental dalam masyarakat juga diperlukan selain pelatihan militer bagi para pria. "Kita akan kembali ke etos kesatria dan fakta bahwa pria juga harus menjadi prajurit, yaitu, mampu mempertaruhkan diri mereka, bahkan sampai mati," kata Kaczyński, dilansir CNN.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Kekhawatiran meningkat di Polandia dan di sebagian besar Eropa karena Presiden Donald Trump telah mengubah posisi AS dari pembela Ukraina menjadi menahan bantuan militer dan intelijen serta mengisyaratkan dukungan terhadap posisi Rusia.
Lihat Juga :