WHO Kolaborasi dengan Arab Saudi dalam Inisiatif Kartu Kesehatan Haji
Selasa, 22 Oktober 2024 - 17:30 WIB
loading...
Umat Islam dari seluruh dunia tawaf mengelilingi Kakbah setelah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, pada 6 Juni 2024. Foto/Lokman Akkaya/Anadolu Agency
A
A
A
RIYADH - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kolaborasi kesehatan digital dengan Arab Saudi dalam inisiatif kartu kesehatan haji.
Kolaborasi itu bertujuan mendukung sekitar 3 juta Muslim yang melakukan perjalanan ke kota suci Mekkah setiap tahun, menurut laporan Anadolu Agency.
“Kartu kesehatan haji, alat kesehatan digital baru yang dibangun di Jaringan Sertifikasi Kesehatan Digital Global WHO, menggunakan infrastruktur kunci publik untuk meringkas informasi kesehatan penting secara aman, termasuk kebutuhan pengobatan jemaah, alergi, status imunisasi, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya,” ungkap pernyataan badan PBB itu pada Senin (21/10/2024).
WHO menjelaskan, “Para jemaah dapat berbagi informasi kesehatan mereka dengan penyedia medis yang berwenang, memastikan akses ke data pasien yang akurat dan terkini serta bertujuan memfasilitasi perawatan kesehatan yang dipersonalisasi dan berkualitas tinggi selama ibadah haji.”
“Hari ini menandai kemajuan penting dalam dukungan WHO kepada Negara Anggota untuk memperluas akses ke perangkat kesehatan digital yang lebih aman dan berpusat pada orang agar orang dapat meningkatkan akses mereka ke perawatan kesehatan yang berkualitas kapan dan di mana mereka membutuhkannya,” ungkap Kepala Ilmuwan WHO, Jeremy Farrar.
Kolaborasi itu bertujuan mendukung sekitar 3 juta Muslim yang melakukan perjalanan ke kota suci Mekkah setiap tahun, menurut laporan Anadolu Agency.
“Kartu kesehatan haji, alat kesehatan digital baru yang dibangun di Jaringan Sertifikasi Kesehatan Digital Global WHO, menggunakan infrastruktur kunci publik untuk meringkas informasi kesehatan penting secara aman, termasuk kebutuhan pengobatan jemaah, alergi, status imunisasi, dan kondisi yang sudah ada sebelumnya,” ungkap pernyataan badan PBB itu pada Senin (21/10/2024).
WHO menjelaskan, “Para jemaah dapat berbagi informasi kesehatan mereka dengan penyedia medis yang berwenang, memastikan akses ke data pasien yang akurat dan terkini serta bertujuan memfasilitasi perawatan kesehatan yang dipersonalisasi dan berkualitas tinggi selama ibadah haji.”
“Hari ini menandai kemajuan penting dalam dukungan WHO kepada Negara Anggota untuk memperluas akses ke perangkat kesehatan digital yang lebih aman dan berpusat pada orang agar orang dapat meningkatkan akses mereka ke perawatan kesehatan yang berkualitas kapan dan di mana mereka membutuhkannya,” ungkap Kepala Ilmuwan WHO, Jeremy Farrar.
Lihat Juga :