Perkiraan Kondisi NATO jika Amerika Serikat Hengkang, Akan Kehilangan Sumber Daya Militer Utama
Jum'at, 07 Maret 2025 - 18:01 WIB
loading...
Tentara NATO berpartisipasi dalam latihan militer Steadfast Dart 2025 NATO di lapangan latihan di Smardan, Rumania, pada 19 Februari 2025. Foto/Xinhua/Cristian Cristel
A
A
A
BRUSSEL - Keberlangsungan NATO tanpa keterlibatan Amerika Serikat (AS) menjadi perdebatan hangat di tengah dinamika politik global saat ini. Mengingat selama ini AS telah menjadi inti dari kekuatan organisasi tersebut.
Permusuhan publik Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, kesediaannya merangkul Presiden Rusia Vladimir Putin, dan komentar baru-baru ini telah menimbulkan keraguan apakah AS akan membela sekutu NATO.
Selama ini, AS memegang peran kunci dalam NATO, menyediakan sumber daya militer dan intelijen yang signifikan.
AS dan Jerman merupakan penyumbang terbesar anggaran militer, anggaran sipil, dan program investasi keamanan NATO, masing-masing hampir 16%, diikuti Inggris sebesar 11% dan Prancis sebesar 10%, menurut lembar fakta NATO.
Namun, dengan adanya kemungkinan pengurangan atau penarikan dukungan tersebut, negara-negara Eropa harus mengevaluasi kemampuan mereka mengisi kekosongan yang ditinggalkan.
Beberapa analis berpendapat Eropa memiliki potensi meningkatkan kapasitas militernya, namun hal ini memerlukan komitmen politik dan finansial yang kuat.
Permusuhan publik Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, kesediaannya merangkul Presiden Rusia Vladimir Putin, dan komentar baru-baru ini telah menimbulkan keraguan apakah AS akan membela sekutu NATO.
Selama ini, AS memegang peran kunci dalam NATO, menyediakan sumber daya militer dan intelijen yang signifikan.
AS dan Jerman merupakan penyumbang terbesar anggaran militer, anggaran sipil, dan program investasi keamanan NATO, masing-masing hampir 16%, diikuti Inggris sebesar 11% dan Prancis sebesar 10%, menurut lembar fakta NATO.
Namun, dengan adanya kemungkinan pengurangan atau penarikan dukungan tersebut, negara-negara Eropa harus mengevaluasi kemampuan mereka mengisi kekosongan yang ditinggalkan.
Beberapa analis berpendapat Eropa memiliki potensi meningkatkan kapasitas militernya, namun hal ini memerlukan komitmen politik dan finansial yang kuat.
Lihat Juga :