Rusia Respons Seruan Perdana Menteri Polandia untuk Perlombaan Senjata
Jum'at, 07 Maret 2025 - 14:54 WIB
loading...
Orang-orang mengunjungi pameran interaktif tentang sejarah militer di St. Petersburg, Rusia, pada 23 Februari 2025. Foto/Irina Motina/Xinhua
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan Rusia tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata dengan Uni Eropa (UE).
Dia berbicara setelah Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk mendesak blok tersebut untuk meningkatkan pengeluaran militernya.
Tusk pada hari Rabu menuduh Moskow memulai perlombaan senjata baru dan bersikeras Eropa Barat harus menanggapinya.
"Perang, ketidakpastian geopolitik, dan perlombaan senjata baru yang dimulai oleh (Presiden Rusia Vladimir) Putin telah membuat Eropa tidak punya pilihan," ujar Tusk di media sosial.
Berbicara kepada wartawan pada hari Kamis, Peskov mengatakan sangat disesalkan mendengar pernyataan tersebut.
"Mereka tidak akan menang melawan kami karena kami tidak akan bermain dengan mereka; kami akan sibuk memastikan kepentingan kami sendiri," tegas dia.
"Kami menyesalkan pernyataan konfrontatif, bahkan militeristik, yang datang dari Warsawa dan Paris, yang menunjukkan Eropa belum menyesuaikan diri dengan dinamika baru antara Moskow dan Washington," papar Peskov.
Dia berbicara setelah Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk mendesak blok tersebut untuk meningkatkan pengeluaran militernya.
Tusk pada hari Rabu menuduh Moskow memulai perlombaan senjata baru dan bersikeras Eropa Barat harus menanggapinya.
"Perang, ketidakpastian geopolitik, dan perlombaan senjata baru yang dimulai oleh (Presiden Rusia Vladimir) Putin telah membuat Eropa tidak punya pilihan," ujar Tusk di media sosial.
Berbicara kepada wartawan pada hari Kamis, Peskov mengatakan sangat disesalkan mendengar pernyataan tersebut.
"Mereka tidak akan menang melawan kami karena kami tidak akan bermain dengan mereka; kami akan sibuk memastikan kepentingan kami sendiri," tegas dia.
"Kami menyesalkan pernyataan konfrontatif, bahkan militeristik, yang datang dari Warsawa dan Paris, yang menunjukkan Eropa belum menyesuaikan diri dengan dinamika baru antara Moskow dan Washington," papar Peskov.
Lihat Juga :