China Minta Kekuatan Asing Berhenti Ganggu Hong Kong

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 04:26 WIB
China Minta Kekuatan...
China Minta Kekuatan Asing Berhenti Ganggu Hong Kong
A A A
HONG KONG - China menuduh kekuatan asing tak dikenal telah mengobarkan aksi protes diwarnai kekerasan di Hong Kong. Karenanya, Beijing mengeluarkan peringatan, bahwa upaya "penyamaran" mereka telah diperhatikan dan bahwa mereka pada akhirnya akan merusak diri mereka sendiri.

"Kekuatan asing harus berhenti mencampuri urusan Hong Kong," kata Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming kepada wartawan di London, Kamis (15/8), seperti dikutip dari Reuters. "Berhentilah berkomplot dalam pelanggaran yang kejam. Mereka seharusnya tidak salah menilai situasi dan pergi ke jalan yang salah, kalau tidak mereka akan mengangkat batu hanya untuk menjatuhkannya di atas kaki mereka sendiri," lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah China telah memiliki sejumlah bukti soal campur tangan asing dalam aksi demonstrasi di Hong Kong yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. "Bukti menunjukkan, situasinya tidak akan memburuk begitu parah seandainya bukan karena campur tangan dan hasutan kekuatan asing. Hong Kong adalah bagian dari China. Tidak ada negara asing yang boleh ikut campur dalam urusan internal Hong Kong," tandasnya.

Xiaoming juga menuduh media Barat tidak seimbang dalam pelaporan mereka dan membingungkan soal mana yang benar dan salah. Ia mengatakan, China akan menggunakan kekuatannya untuk memadamkan protes Hong Kong jika situasinya semakin memburuk, setelah beberapa pemrotes menunjukkan tanda-tanda terorisme.

"Jika situasi di Hong Kong semakin memburuk, pemerintah pusat tidak akan duduk dan menonton. Kami memiliki solusi yang cukup dan kekuatan yang cukup dalam batas-batas Undang-Undang Dasar untuk memadamkan kerusuhan dengan cepat. Tindakan mereka (demonstran) adalah pelanggaran berat dan keras, dan sudah menunjukkan tanda-tanda terorisme," tuturnya

Ia juga menegaskan, pemerintah China tidak akan pernah membiarkan beberapa pelaku kekerasan menyeret Hong Kong ke arah yang berbahaya. Aksi demo besar-besaran yang melanda Hong Kong, hingga menyebabkan ditutupnya bandara selama dua hari, adalah gejolak terbesar yang terjadi di Hong Kong sejak wilayah itu dikembalikan oleh Inggris ke pangkuan China pada 1997.
(esn)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
15 menit yang lalu
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
1 jam yang lalu
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
2 jam yang lalu
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
3 jam yang lalu
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved