Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China

Senin, 25 Mei 2020 - 18:50 WIB
loading...
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Keamanan Hong Kong, John Lee membela dan mendukung rencana penerapan undang-undang (UU) keamanan kontroversial di Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
HONG KONG - Menteri Keamanan Hong Kong, John Lee membela dan mendukung rencana penerapan undang-undang (UU) keamanan kontroversial di Hong Kong. UU keamanan itu akan melarang pengkhianatan, subversi dan hasutan di Hong Kong.

Dia mengatakan, UU, yang masih dibahas oleh Kongres Rakyat Nasional (NPC), itu akan melarang kegiatan separatis dan subversif diperlukan di tengah meningkatnya terorisme di wilayah tersebut.

"Saya sepenuhnya mendukung rancangan keputusan NPC tentang membangun dan meningkatkan sistem hukum dan mekanisme penegakan hukum untuk Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) untuk menjaga keamanan nasional yang memungkinkan Hong Kong kembali ke jalurnya, memastikan kemakmuran dan stabilitas jangka panjangnya," ucap Lee.

Lee, seperti dilansir Sputnik pada Senin (25/5/2020), mengatakan aksi demonstrasi dengan kekerasan sering mengakibatkan penggunaan senjata api atau bahan peledak menjadi lebih sering selama setahun terakhir.

Dia mengatakan, ketegangan yang sedang berlangsung sebagai akibat dari demonstrasi yang menyerukan kemerdekaan Hong Kong berbahaya bagi keamanan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nathalie Holscher Siap...
Nathalie Holscher Siap Menikah dengan Arpat, Akad Nikah Digelar Besok
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved