China Pekerjakan Hacker untuk Redam Peringatan Tragedi Tiananmen

Kamis, 20 Juni 2024 - 13:58 WIB
loading...
China Pekerjakan Hacker...
China mempekerjakan para hacker untuk meredam peringatan tragedi Tiananmen. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Saat kalender memasuki bulan Juni, tragedi Lapangan Tiananmen bergema di seluruh China.

Namun, cengkeraman kuat pemerintah terhadap aktivitas online warga semakin kuat, sehingga meredam perbincangan di dalam negeri mengenai peringatan trragedi tersebut.

Para pengamat, baik di dalam maupun di luar China, bersiap menghadapi lonjakan manuver siber oleh pemerintah. Hal ini meliputi email yang menipu dan disertai tautan berbahaya hingga serangan besar-besaran terhadap jaringan internet.

Mengutip dari The Mekong News, Kamis (20/6/2024), puncak dari rangkaian aktivitas tersebut meningkat di hari-hari dan minggu-minggu akhir menjelang peringatan Tiananmen.

Sebagian besar aktivitas siber yang dilakukan Beijing dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Baca Juga: Foto Tersohor 'Tank Man' Lenyap dari Mesin Pencari Bing, Publik Bertanya-tanya

Namun restrukturisasi kekuatan dunia maya China baru-baru ini dan kebocoran dokumen yang mengungkap aktivitas perusahaan teknologi China; i-Soon, telah memberikan petunjuk tentang bagaimana Beijing menjalankan bisnis peretasan.

Beberapa pakar dan peneliti open-source meyakini bahwa pengungkapan informasi terbaru ini memperlihatkan suatu ekosistem di mana pejabat pemerintah China dan operator komersial semakin sering bekerja sama.

Singkatnya, Beijing mengalihdayakan operasi sibernya ke sekelompok peretas sektor swasta yang menawarkan layanan mereka atas dasar nasionalisme dan keuntungan.

Pemerintah China menerapkan kontrol ketat terhadap informasi online, menggunakan taktik seperti melarang istilah pencarian tertentu, mengawasi media sosial untuk menemukan konten yang berbeda pendapat, dan menolak akses ke media dan aplikasi asing yang mungkin memuat materi yang disensor.

Cengkeraman terhadap aktivitas digital semakin erat terutama menjelang peringatan protes Lapangan Tiananmen tahun 1989, yang berpuncak pada penindasan brutal terhadap para demonstran oleh pasukan militer pada 4 Juni tahun itu.

Bertahun-tahun setelahnya, para pendukung demokrasi telah berupaya untuk memperingati tragedi pembantaian tersebut pada setiap tahunnya. Di waktu bersamaan, China terus melakukan upaya untuk menekan penyebutan tragedi Tiananmen.

Kekuatan Siber China


Menjelang peringatan Tiananmen beberapa waktu lalu, pengguna internet di China mengamati peningkatan pembatasan dan sensor, dengan semakin banyaknya kata-kata terlarang dan penghapusan emoji tertentu, seperti lilin yang melambangkan peringatan.

Baca Juga: China Diduga Gunakan Pengaruhnya dalam Menyabotase KTT Perdamaian Ukraina

Pada tahun 2020, Zoom, sebuah perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) yang memiliki tim di China, diarahkan oleh pejabat China untuk menonaktifkan akun aktivis AS yang memperingati tragedi Tiananmen dan membatalkan peringatan online di platform tersebut. Zoom mematuhinya, dengan alasan kepatuhan terhadap hukum setempat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka
Rekomendasi
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved