China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan, AS Kirim Jet Tempur F-16 Block 70 Viper
Selasa, 01 April 2025 - 19:29 WIB
loading...
Jet tempur canggih F-16 Block 70 Viper yang dipesan Taiwan. Foto/X
A
A
A
BEIJING - Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) meluncurkan latihan militer di dekat pulau Taiwan yang diperintah sendiri, yang bertujuan mencegah "separatisme".
Kementerian Pertahanan China mengumumkan latihan militer itu pada hari Selasa (1/4/2025).
Latihan tersebut melibatkan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan pasukan roket, menurut Kolonel Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur PLA.
“Latihan tersebut berfokus pada patroli kesiapan tempur laut-udara gabungan, upaya terkoordinasi untuk mencapai dominasi menyeluruh, serangan terhadap target maritim dan darat, serta blokade wilayah kritis dan jalur laut,” papar pernyataan tersebut.
Pejabat Taiwan yang dikutip Reuters mengatakan PLA telah mengirim 10 kapal militer ke pulau itu, yang ditanggapi militernya dengan pengerahan angkatan laut mereka sendiri.
Institut Amerika di Taiwan, yang berfungsi mirip dengan kedutaan besar, telah menggambarkan latihan tersebut sebagai bukti bahwa China "bukan aktor yang bertanggung jawab dan tidak memiliki masalah dalam membahayakan keamanan dan kemakmuran kawasan," seperti yang dikutip kantor berita tersebut.
Kementerian Pertahanan China mengumumkan latihan militer itu pada hari Selasa (1/4/2025).
Latihan tersebut melibatkan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan pasukan roket, menurut Kolonel Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur PLA.
“Latihan tersebut berfokus pada patroli kesiapan tempur laut-udara gabungan, upaya terkoordinasi untuk mencapai dominasi menyeluruh, serangan terhadap target maritim dan darat, serta blokade wilayah kritis dan jalur laut,” papar pernyataan tersebut.
Pejabat Taiwan yang dikutip Reuters mengatakan PLA telah mengirim 10 kapal militer ke pulau itu, yang ditanggapi militernya dengan pengerahan angkatan laut mereka sendiri.
Institut Amerika di Taiwan, yang berfungsi mirip dengan kedutaan besar, telah menggambarkan latihan tersebut sebagai bukti bahwa China "bukan aktor yang bertanggung jawab dan tidak memiliki masalah dalam membahayakan keamanan dan kemakmuran kawasan," seperti yang dikutip kantor berita tersebut.
Lihat Juga :