WHO Pertimbangkan Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Kamis, 23 Juni 2022 - 17:36 WIB
loading...
WHO Pertimbangkan Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global
WHO gelar pertemuan komite darurat untuk mempertimbangkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Foto/Ilustrasi
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan komite darurat pada Kamis (23/6/2022) untuk mempertimbangkan apakah wabah cacar monyet perlu dinyatakan sebagai darurat global.

Mendeklarasikan cacar monyet sebagai keadaan darurat global berarti badan kesehatan PBB itu menganggap wabah tersebut sebagai "peristiwa luar biasa" dan penyakit itu berisiko menyebar lebih banyak lagi ke perbatasan. Status ini juga akan memberikan perbedaan yang sama pada cacar monyet dengan pandemi COVID-19 dan upaya berkelanjutan untuk memberantas polio.

Pekan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menggambarkan epidemi cacar monyet baru-baru ini yang diidentifikasi di lebih dari 40 negara, sebagian besar di Eropa, sebagai kejadian tidak biasa dan mengkhawatirkan.

Baca juga: Cacar Monyet Mewabah, WHO Bakal Gelar Pertemuan Komite Darurat

Cacar monyet telah membuat orang sakit selama beberapa dekade di Afrika tengah dan barat, di mana satu versi penyakit ini membunuh hingga 10% orang. Dalam epidemi di luar Afrika sejauh ini, tidak ada kematian yang dilaporkan.

Sampai bulan lalu, cacar monyet tidak menyebabkan wabah yang cukup besar di luar Afrika. Para ilmuwan belum menemukan perubahan genetik signifikan pada virus dan penasihat terkemuka WHO bulan lalu mengatakan lonjakan kasus di Eropa kemungkinan terkait dengan aktivitas seksual di antara pria gay dan biseksual di dua rave di Spanyol dan Belgia.



Hingga saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mengkonfirmasi lebih dari 3.300 kasus cacar monyet di 42 negara di mana virus tersebut biasanya tidak terlihat. Lebih dari 80% kasus berada di Eropa. Sementara itu, Afrika telah melihat lebih dari 1.400 kasus tahun ini, termasuk 62 kematian.

Terkait itu, beberapa ahli mengatakan keputusan WHO untuk bertindak hanya setelah penyakit itu menyebar ke Barat dapat memicu ketidakadilan mengerikan yang muncul antara negara kaya dan miskin selama pandemi virus Corona.

Banyak ilmuwan meragukan deklarasi semacam itu akan membantu mengekang epidemi, karena negara-negara maju yang mencatat kasus terbaru sudah bergerak cepat untuk menghentikannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1457 seconds (11.252#12.26)