Israel Bersiap Menyerang dengan Bom Canggih, Seberapa Kuat Pertahanan Udara Iran?

Jum'at, 18 April 2025 - 14:44 WIB
loading...
Israel Bersiap Menyerang...
Bavar-373, salah satu sistem pertahanan udara andalan Iran untuk melawan serangan musuh. Foto/irangov.ir
A A A
TEHERAN - Israel sedang bersiap menyerang Iran dan bertekad melakukannya jika perundingan nuklir antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat (AS) terus memasok bom-bom canggih ke Israel termasuk bom penghancur bunker dan peralatan JDAM—yang mengubah bom tanpa kendali menjadi amunisi berpemandu presisi.

Pasokan bom Amerika itu bertolak belakang dengan pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang menolak upaya Israel untuk menyerang situs nuklir Teheran.

Baca Juga: Israel Bersiap Serang Iran, Ini Rincian Bom yang Disiapkan

Teheran tak gentar. Mereka berupaya untuk menekankan efektivitas pertahanan udaranya, yang telah diserang Israel dengan serangan udara mematikan pada Oktober lalu. Apakah ini merupakan upaya Teheran untuk menyelamatkan muka atau kenyataan objektif masih belum jelas.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, khususnya Pasukan Pertahanan Udara yang kuat, lebih siap dari sebelumnya dan mempertahankan tingkat kesiapan tempur yang tinggi,” tegas Alireza Sabahifard, komandan Pasukan Pertahanan Udara militer Iran dan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya pada awal April.

Dua hari sebelumnya, Sabahifard membanggakan bahwa “kehebatan pertahanan udara” Iran “berdiri kokoh seperti gunung” terhadap potensi ancaman.

Dia membuat pernyataan tersebut di tengah kebuntuan antara Iran dan pemerintahan Trump atas program nuklir Iran. Presiden Trump memberi Teheran tenggat waktu dua bulan untuk bernegosiasi langsung mengenai masa depan program nuklirnya.

Sementara itu, Washington telah mengirim pertahanan udara tambahan ke Timur Tengah. Selain itu, Amerika juga telah mengerahkan pesawat pengebom siluman strategis B-2 Spirit—satu-satunya pesawat yang mampu membawa bom yang dapat merusak situs nuklir bawah tanah Iran secara signifikan—ke Diego Garcia di Samudra Hindia.

Di tengah pengerahan aset-aset tempur AS dan Israel ini, tidak mengherankan jika Iran berusaha meyakinkan publik tentang kemampuan pertahanan udaranya. Namun, itu bukan satu-satunya alasan yang dilakukannya.

Pada 26 Oktober lalu, Israel meluncurkan serangan udara menggunakan jet tempur dan pesawat nirawak yang diklaim telah menghancurkan target-target strategis Iran, termasuk pertahanan udara.

Israel membanggakan bahwa serangan itu menghancurkan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-300 buatan Rusia milik Iran.

Israel juga menargetkan radar S-300 dalam serangan di Isfahan pada 19 April 2024.

Teheran tentu saja berusaha meremehkan signifikansi serangan ini. Pada awal Februari, misalnya, media Iran memamerkan peluncur S-300 untuk pertama kalinya sejak serangan Oktober dalam latihan pertahanan udara.

Iran secara khusus mengintegrasikan S-300 dengan Bavar-373 buatan Iran, yang diklaim Teheran setara dengan sistem strategis Rusia.

Komandan Pasukan Pertahanan Udara Sabahifard mengatakan pada bulan Februari bahwa pertahanan udara Iran "100% buatan dalam negeri", dengan menyebut Bavar-373 sebagai "contoh utama."

Baca Juga: Militer Iran Siaga Tinggi, Peringatkan Negara-negara Arab Tak Dukung AS Serang Teheran
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Weizmann Institute,...
Weizmann Institute, Lab Senjata Canggih Israel Hancur Dirudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved