Fantastis! 5 Negara Ini Pernah Cetak Uang Kertas Bernominal 1 Juta hingga 100 Triliun

Senin, 08 September 2025 - 12:13 WIB
loading...
Fantastis! 5 Negara...
Zimbabwe pernah mencetak uang kertas dengan nominal 100 triliun dollar Zimbabwe. Ironisnya, selembar uang ini tak cukup untuk membayar ongkos bus. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Bayangkan di dompet atau saku Anda tersimpan selembar kertas dengan nominal 100.000.000.000.000 atau 100 dolar. Uang kertas dengan nominal fantastis itu nyata dan pernah dikeluarkan beberapa negara di masa lalu akibat hiperinflasi.

Fenomena ini bukan sekadar catatan unik dalam sejarah moneter dunia, melainkan juga cermin rapuhnya stabilitas ekonomi suatu negara ketika dilanda hiperinflasi.

Pemicu hiperinflasi tersebut antara lain perang, krisis politik, kegagalan kebijakan ekonomi, dan runtuhnya kepercayaan rakyat terhadap nilai tukar.

Uniknya, negara-negara Eropa termasuk di antara mereka yang mencetak uang kertas bernominal tak wajar tersebut.

Baca Juga: Viral! Uang Tunai Venezuela yang Berlimpah Dibuang ke Tempat Sampah

5 Negara yang Pernah Cetak Uang Kertas Bernominal Sangat Besar

1. Zimbabwe

♦Uang Kertas Bernominal Terbesar: ZD100.000.000.000.000 (100 triliun dollar Zimbabwe).

Zimbabwe adalah contoh paling terkenal dari kasus ini dalam sejarah modern. Pada tahun 2008–2009, akibat hiperinflasi yang mencapai 89,7 sekstiliun persen per tahun (angka dari Dana Moneter Internasional atau IMF), pemerintah terpaksa mencetak uang dengan nominal gila-gilaan.

Ironisnya, selembar uang kertas 100 triliun dolar itu tidak cukup untuk membayar ongkos bus. Saat itu, warga Zimbabwe membutuhkan setumpuk uang kertas bernominal besar hanya untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga.

John Wolstencroft, seorang investor swasta, pernah membeli banyak uang itu. "Saya selalu merasa uang itu bisa menjadi pembuka percakapan yang bagus," katanya, seperti dikutip The Guardian.

Pada tahun 2010-2011, Wolstencroft tinggal di Selandia Baru dan bergabung dengan sebuah klub investasi, yang sebagian besar beranggotakan penduduk lokal dan ekspatriat Amerika Serikat. Saat itu, eksperimen besar bank sentral berupa pelonggaran kuantitatif dan kebijakan suku bunga 0% membuat banyak orang gelisah. Dia membawa beberapa lembar uang Zimbabwe ke pertemuan pertamanya untuk diberikan sebagai ucapan terima kasih karena telah mengizinkannya bergabung dengan klub, tetapi ternyata ada lebih banyak orang di sana daripada yang dia duga.

"Saya tidak punya cukup uang untuk dibagikan," katanya. "Orang-orang mulai menawari saya uang untuk membelinya. Saya mencoba menjelaskan bahwa itu hanya hadiah, tetapi mereka malah menaikkan tawaran. Saat itu saya menyadari bahwa uang-uang ini akan menjadi barang koleksi."

Penyebab utama kebijakan Zimbabwe itu adalah kombinasi dari sanksi internasional, konflik politik, dan kebijakan tanah kontroversial Presiden Robert Mugabe yang menghancurkan sektor pertanian. Pada akhirnya, dolar Zimbabwe ditinggalkan, dan negara itu beralih menggunakan dolar Amerika Serikat serta rand Afrika Selatan.

2. Hongaria

♦Uang Kertas Bernominal Terbesar: 100.000.000.000.000 (100 triliun) Pengő.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Elon Musk Selangkah...
Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX
Rekomendasi
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Keras! 5 Negara Ini...
Keras! 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved