Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:13 WIB
loading...
Taktik Trump Sering...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan pendekatan keras dalam kebijakan luar negeri. Selama dua periode kepemimpinannya, Trump berulang kali menggunakan tekanan ekonomi, militer, dan perdagangan sebagai alat utama untuk memaksa lawan-lawan Amerika Serikat mengubah sikap.

Namun, di balik citra tersebut, muncul pola yang menarik. Sejumlah kebijakan yang dijalankan pemerintahan Trump justru memiliki kemiripan dengan taktik yang lebih dulu digunakan oleh musuh-musuh Washington sendiri.

Mulai dari strategi blokade jalur pelayaran hingga yang terbaru, gagasan mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi jalur laut strategis, langkah Trump dinilai mengadopsi pendekatan yang sebelumnya diterapkan atau diancam dilakukan oleh pihak yang selama ini menjadi musuh geopolitik Amerika.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana strategi yang awalnya dikritik sebagai ancaman terhadap kebebasan pelayaran justru kemudian digunakan dalam bentuk berbeda oleh Washington ketika dianggap menguntungkan kepentingannya.

Meniru Strategi Blokade Laut ala Houthi


Kelompok Houthi di Yaman menjadi sorotan dunia sejak akhir 2023 ketika mereka mulai menyerang kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Israel di Laut Merah. Serangan menggunakan rudal dan drone membuat lalu lintas perdagangan internasional terganggu.

Banyak perusahaan pelayaran memilih menghindari Laut Merah dan Terusan Suez dengan memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Akibatnya, biaya logistik meningkat dan waktu pengiriman menjadi jauh lebih lama.

Amerika Serikat ketika itu mengecam keras tindakan Houthi. Washington menyebut aksi tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan navigasi internasional dan membentuk koalisi maritim untuk melindungi kapal-kapal dagang.

Ironisnya, beberapa waktu kemudian pemerintahan Trump justru mulai menerapkan tekanan maritim terhadap musuh-musuhnya melalui pendekatan yang memiliki karakter serupa, yakni menghambat akses pelayaran menuju negara sasaran.

Alih-alih menggunakan rudal seperti Houthi, Washington memanfaatkan kekuatan angkatan laut, sanksi ekonomi, serta ancaman terhadap perusahaan pelayaran untuk membatasi aktivitas perdagangan negara yang menjadi target.

Venezuela Jadi Sasaran Blokade Maritim AS


Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kebijakan terhadap Venezuela.

Pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro melalui operasi laut yang bertujuan mempersempit ruang gerak ekspor minyak negara tersebut.

Kapal-kapal yang diduga mengangkut minyak Venezuela berada dalam pengawasan ketat. Berbagai perusahaan pelayaran dan pembeli minyak juga menghadapi ancaman sanksi apabila tetap berbisnis dengan Caracas.

Secara praktik, kebijakan tersebut menciptakan efek yang mirip dengan blokade ekonomi melalui laut. Walaupun tidak selalu berupa penutupan resmi jalur pelayaran, tekanan terhadap kapal, perusahaan asuransi, hingga pembeli minyak membuat ekspor Venezuela mengalami hambatan signifikan.

Pendekatan ini menunjukkan Washington juga menggunakan kontrol atas jalur perdagangan laut sebagai instrumen tekanan geopolitik, sama seperti yang dilakukan Houthi dengan cara berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Ingin Ambil Alih Selat...
Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Inggris vs Argentina:...
Inggris vs Argentina: Rival Lama Berebut Final
Berita Terkini
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved