Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:08 WIB
loading...
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, warga Palestina yang ditangkap pasukan Indonesia dan diekstradisi ke Siprus. Kepolisian Siprus menuduhnya merencanakan pengeboman di 7 negara. Foto/Middle East Monitor/Philenews
A A A
NICOSIA - Ulama Palestina, Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad (41), telah ditangkap pasukan Indonesia pada 16 Juli dan keesokan harinya diekstradisi ke Siprus. Kepolisian Siprus menuduh Miqdad sebagai jaringan Hamas yang merencakan pengeboman di tujuh negara, termasuk Indonesia.

Geneva Council for Rights and Liberties (GCRL), sebuah organisasi hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Jenewa telah menyampaikan kekhawatiran atas penangkapan dan deportasi cepat Miqdad ke Siprus. Mereka memperingatkan bahwa tindakan itu dapat menjadi langkah menuju ekstradisinya ke Israel.

Baca Juga: Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan PemasyarakatanIndonesia Yusril Ihza Mahendra menyatakan Miqdad bukanlah ulama dan aktivis kemanusiaan Gaza. Menurutnya, dia adalah pelaku tindak pidana terorisme.

Kepolisian Siprus menuduh Miqdad sebagai dalang rencana serangan teroris. Seorang pria berusia 33 tahun, seorang pria berusia 38 tahun, dan seorang pria berusia 54 tahun, semuanya berasal dari Palestina, saat ini sedang diadili di Siprus atas rencana tersebut. Seorang pria berusia 37 tahun ditangkap di Kreta pada awal Juni sehubungan dengan kasus yang sama.

Menurut polisi Siprus, Miqdad bertindak sebagai "pengendali" jaringan tersebut. Menurut berkas kasus yang diajukan ke pengadilan Siprus, Miqdad tinggal di Malaysia, lokasi yang mana dia diduga mengarahkan anggota jaringan lainnya untuk membuat alat peledak berkekuatan tinggi, dengan tujuan yang dinyatakan untuk melakukan serangan terhadap kepentingan Israel di Republik Siprus.

Situs berita Palestine Chronicle mempertanyakan kecepatan deportasi ulama 41 tahun itu ke Siprus dan menyuarakan kekhawatiran bahwa otoritas Siprus dapat menyerahkannya kepada Israel. Situs tersebut juga merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh GCRL.

GCRL dikenal aktif berpartisipasi dalam pertemuan dan proses internasional, termasuk sesi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana mereka menyampaikan intervensi dan laporan tentang isu-isu hak asasi manusia.

Pemberitaan beberapa terakhir telah mencakup pernyataan panjang yang dikeluarkan organisasi tersebut pada Sabtu lalu mengenai keadaan penangkapan dan deportasi Miqdad ke Siprus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved