Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Senin, 20 Juli 2026 - 12:20 WIB
loading...
Inggris tetap menolak serahkan 31 ton emas Venezuela yang disimpan di Bank of England meski Presiden Nicolas Maduro sudah lengser. Foto/BBC
A
A
A
LONDON - Pemerintah Venezuela telah menyimpan sekitar 31 ton emas di Bank of England, London, selama bertahun-tahun. Namun ketika negara Amerika Latin ingin menarik asetnya itu, pemerintah Inggris menentang keras Bank of England untuk melakukannya.
Penolakan penyerahan aset itu belum berubah sampai sekarang, bahkan setelah presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan permohonan kepada Raja Charles III. Aset itu sedang dibutuhkan Venezuela untuk rekonstruksi pasca-gempa kembar 24 Juni lalu yang menewaskan lebih dari 5.000 orang.
Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Aset sekitar 31 ton emas itu nilainya USD3 miliar atau lebih dari Rp54 triliun.
Venezuela mulai menyimpan sebagian cadangan emasnya di London sejak dekade 1980-an. Saat hubungan Caracas dengan Barat masih normal, langkah itu dianggap lazim dalam pengelolaan cadangan devisa.
Situasi berubah ketika hubungan presiden revolusioner Venezuela Hugo Chavez dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai memburuk.
Pada 2011, Chavez memerintahkan pemulangan sekitar 160 ton emas Venezuela dari berbagai bank asing. Dia khawatir aset negaranya dapat dibekukan apabila hubungan politik semakin memburuk. Namun tidak semua emas dipulangkan.
Sekitar 14 ton tetap berada di Bank of England karena masih digunakan dalam berbagai transaksi keuangan internasional. Keputusan menyisakan emas di London inilah yang kemudian menjadi awal sengketa panjang.
Penolakan penyerahan aset itu belum berubah sampai sekarang, bahkan setelah presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan permohonan kepada Raja Charles III. Aset itu sedang dibutuhkan Venezuela untuk rekonstruksi pasca-gempa kembar 24 Juni lalu yang menewaskan lebih dari 5.000 orang.
Baca Juga: Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Aset sekitar 31 ton emas itu nilainya USD3 miliar atau lebih dari Rp54 triliun.
Venezuela mulai menyimpan sebagian cadangan emasnya di London sejak dekade 1980-an. Saat hubungan Caracas dengan Barat masih normal, langkah itu dianggap lazim dalam pengelolaan cadangan devisa.
Situasi berubah ketika hubungan presiden revolusioner Venezuela Hugo Chavez dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai memburuk.
Pada 2011, Chavez memerintahkan pemulangan sekitar 160 ton emas Venezuela dari berbagai bank asing. Dia khawatir aset negaranya dapat dibekukan apabila hubungan politik semakin memburuk. Namun tidak semua emas dipulangkan.
Sekitar 14 ton tetap berada di Bank of England karena masih digunakan dalam berbagai transaksi keuangan internasional. Keputusan menyisakan emas di London inilah yang kemudian menjadi awal sengketa panjang.
Lihat Juga :