Stimulus USD278 Miliar Gagal Hidupkan Kembali Pertumbuhan Manufaktur China

Selasa, 13 Februari 2024 - 14:59 WIB
loading...
A A A
Ini juga merupakan strategi China di masa lalu. Semua konsumen utama—mulai dari Amerika Serikat hingga India—telah memasang tembok tarif yang tinggi terhadap impor China sebelum adanya pandemi Covid-19. Sentimen global terhadap praktik dumping China terkonsolidasi setelah pandemi ini.

Mengurangi Ketergantungan kepada China


Negara-negara Barat kini ingin mengurangi pentingnya China dalam perdagangan global dengan mendiversifikasi pusat-pusat sumber di luar China. Apple Inc kini bersiap untuk mendapatkan 25 persen produksi globalnya dari India.

Selain itu, sebagai upaya perlindungan terhadap ketegangan geopolitik, negara-negara Barat ingin membangun kembali sebagian kapasitas produksi di wilayah mereka. Negara-negara Barat tidak akan membiarkan China tumbuh berkembang begitu saja.

Pembuat panel surya asal Swiss, Meyer Burger, mengeluhkan dumping besar-besaran dari China. AS sedang mempertimbangkan kenaikan tarif lebih lanjut untuk melindungi kepentingannya.

India melakukan segala upaya untuk menjauhkan teknologi dan produk teknologi China. Pernah menjadi importir panel surya, India kini mengekspor jenis produk tersebut senilai USD1,1 miliar selama April-Oktober 2023.

Kesimpulannya sederhana: China tidak bisa lagi mengendalikan perekonomian dunia. Hal ini tercermin dalam angka-angka dari negara tersebut.

Meski terdapat stimulus yang sangat besar, indeks pembelian PMI manufaktur China berada di bawah 50, yang menunjukkan adanya kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Dunia tidak lagi memberi China izin masuk gratis. Selain itu, kepercayaan konsumen berada pada titik terendah dalam sejarah di China.

Rakyat China pada umumnya berada di bawah tekanan luar biasa dari semua pihak. Mereka meninggalkan negara tersebut dalam jumlah besar. Menurut PBB, jumlah pencari suaka China meningkat hampir lima kali lipat antara 2013 dan 2023. Perekonomian China melaporkan pertumbuhan sedikit di atas 5 persen pada 2023.

Di tahun 2024, China diproyeksikan mencapai pertumbuhan 4,5 persen, dan stagnasi ini diperkirakan akan terus berlanjut di masa mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved