AS Tak Bisa Lacak Aliran Pengiriman Senjata Barat ke Ukraina
Rabu, 20 April 2022 - 13:44 WIB
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berusaha keras melacak sejumlah besar "bantuan mematikan" yang ditransfer ke angkatan bersenjata Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Para pejabat AS menjelaskan pada CNN bahwa badan-badan intelijen memiliki kemampuan "hampir nol" untuk mengikuti pengiriman ke pengguna akhir mereka.
“Meskipun senjata yang dikirim ke Ukraina merupakan pasokan terbesar baru-baru ini ke negara mitra dalam konflik, Gedung Putih semakin khawatir bahwa bantuan itu mungkin berakhir di tangan militer dan milisi lain yang tidak ingin dipersenjatai AS,” ungkap seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kepada CNN pada Selasa (19/4/2022).
“Kami memiliki data untuk waktu yang singkat, tetapi ketika memasuki kabut perang, kami memiliki hampir nol,” ungkap sumber lain yang diberi pengarahan tentang intelijen AS.
Sumber itu menambahkan, “Senjata itu jatuh ke dalam lubang hitam besar, dan Anda hampir tidak memiliki akal sehat sama sekali setelah waktu yang singkat.”
“Terlepas dari titik buta itu, sebagian besar karena kurangnya sepatu bot AS di lapangan di Ukraina dan portabilitas dari banyak senjata yang disediakan, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memperhitungkan risiko beberapa senjata Amerika akan pergi ke tempat-tempat yang tidak terduga,” ujar pejabat Pentagon lainnya.
Para pejabat AS menjelaskan pada CNN bahwa badan-badan intelijen memiliki kemampuan "hampir nol" untuk mengikuti pengiriman ke pengguna akhir mereka.
“Meskipun senjata yang dikirim ke Ukraina merupakan pasokan terbesar baru-baru ini ke negara mitra dalam konflik, Gedung Putih semakin khawatir bahwa bantuan itu mungkin berakhir di tangan militer dan milisi lain yang tidak ingin dipersenjatai AS,” ungkap seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kepada CNN pada Selasa (19/4/2022).
“Kami memiliki data untuk waktu yang singkat, tetapi ketika memasuki kabut perang, kami memiliki hampir nol,” ungkap sumber lain yang diberi pengarahan tentang intelijen AS.
Sumber itu menambahkan, “Senjata itu jatuh ke dalam lubang hitam besar, dan Anda hampir tidak memiliki akal sehat sama sekali setelah waktu yang singkat.”
“Terlepas dari titik buta itu, sebagian besar karena kurangnya sepatu bot AS di lapangan di Ukraina dan portabilitas dari banyak senjata yang disediakan, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memperhitungkan risiko beberapa senjata Amerika akan pergi ke tempat-tempat yang tidak terduga,” ujar pejabat Pentagon lainnya.
tulis komentar anda