Bos Yakuza Akui Bersalah Jual Bahan Senjata Nuklir ke Iran

Kamis, 09 Januari 2025 - 13:38 WIB
loading...
Bos Yakuza Akui Bersalah...
Takeshi Ebisawa, pemimpin sindikat kriminal yakuza, mengaku bersalah terlibat perdagangan bahan senjata nulir dari Myanmar ke beberapa negara lain termasuk Iran. Foto/via CNN
A A A
WASHINGTON - Takeshi Ebisawa, pemimpin sindikat kriminal Jepang atau yakuza, mengaku bersalah terlibat perdagangan bahan senjata nuklir dari Myanmar ke beberapa negara lain termasuk Iran. Pengakuan bersalahnya disampaikan dalam persidangan di Manhattan, New York, Amerika Serikat, kemarin.

Departemen Kehakiman AS, dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters, Kamis (9/1/2025), mengatakan Ebisawa (60), asal Jepang, mengaku bersalah atas persekongkolan dengan jaringan rekannya untuk memperdagangkan bahan nuklir, termasuk uranium dan plutonium tingkat senjata.

Bos yakuza tersebut juga mengaku bersalah atas perdagangan narkotika internasional dan tuduhan perdagangan senjata, imbuh Departemen Kehakiman Amerika.

Baca Juga: Bos Yakuza Ini Didakwa Memasok Bahan Senjata Nuklir ke Iran

Pada Februari 2024, otoritas AS mendakwa Ebisawa atas persekongkolan untuk memperdagangkan bahan nuklir dari Myanmar untuk penggunaan senjata nuklir oleh Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved