Langka, Jenderal Top Iran Akui Teheran Kalah Telak di Suriah

Kamis, 09 Januari 2025 - 10:03 WIB
loading...
Langka, Jenderal Top...
Brigadir Jenderal Behrouz Esbati akui Iran kalah telak di Suriah. Foto/X/Alex Kennedy
A A A
TEHERAN - Seorang jenderal berpangkat tinggi Iran di Suriah membuat pernyataan langka yang menentang narasi resmi para petinggi negaranya tentang tumbangnya sekutu mereka; Bashar al-Assad, secara tiba-tiba.

Dia, dalam pidato yang sangat jujur pekan lalu, mengatakan bahwa Iran telah menderita kekalahan telak tetapi akan tetap mencoba beroperasi di negara tersebut.

Rekaman audio pidato tersebut, yang disampaikan oleh Brigadir Jenderal Behrouz Esbati di sebuah masjid di Teheran, muncul ke publik pada hari Senin di media-media Iran.

Pengakuannya sangat kontras dengan pernyataan presiden, menteri luar negeri, dan para pemimpin tinggi Iran.

Para pemimpin Iran selama berminggu-minggu meremehkan besarnya kerugian strategis Teheran di Suriah bulan lalu, ketika pemberontak menyingkirkan Presiden Bashar al-Assad dari kekuasaan, dan mengatakan Iran akan menghormati hasil politik apa pun yang diputuskan oleh rakyat Suriah.

Baca Juga: Rusia Ungkap Alasan di Balik Jatuhnya Rezim Assad di Suriah

“Saya tidak menganggap kehilangan Suriah sebagai sesuatu yang patut dibanggakan,” kata Jenderal Esbati menurut rekaman audio pidatonya, yang diterbitkan Abdi Media, situs berita yang berbasis di Jenewa yang berfokus pada Iran, pada hari Senin, yang dilansir New York Times, Kamis (9/1/2025).

“Kami kalah, dan kalah telak, kami menerima pukulan telak dan itu sangat sulit,” lanjut dia.

Jenderal Esbati mengungkapkan bahwa hubungan Iran dengan Assad telah tegang selama berbulan-bulan yang menyebabkan dia digulingkan. Menurutnya, Assad telah menolak beberapa permintaan agar milisi yang didukung Iran membuka front melawan Israel dari Suriah, setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sang jenderal melanjutkan, Iran telah memberikan Assad rencana militer komprehensif tentang bagaimana dia dapat menggunakan sumber daya militer Iran di Suriah untuk menyerang Israel.

Jenderal tersebut juga menuduh Rusia, yang dianggap sebagai sekutu utama, menyesatkan Iran dengan mengatakan bahwa jet-jet tempur Rusia mengebom pemberontak Suriah padahal sebenarnya mereka menjatuhkan bom di lapangan terbuka.

Dia juga mengatakan bahwa tahun lalu, ketika Israel menyerang target Iran di Suriah, Rusia telah “mematikan radar”, yang pada dasarnya memfasilitasi serangan tersebut.

Selama lebih dari satu dekade, Iran mendukung Assad dengan mengirimkan komandan dan pasukan untuk membantunya melawan pemberontak oposisi dan kelompok teroris ISIS.

Di bawah Assad, Suriah menjadi pusat komando regional Iran yang memasok senjata dan uang ke jaringan milisi regionalnya, termasuk Hizbullah di Lebanon dan militan Palestina di Tepi Barat. Iran juga mengendalikan bandara, gudang, dan mengoperasikan pangkalan manufaktur rudal dan pesawat tak berawak di Suriah.

Koalisi pemberontak kini telah menguasai sebagian besar Suriah dan berusaha membentuk pemerintahan.

Jenderal Esbati mengatakan dalam pidatonya bahwa Iran akan mencari cara untuk merekrut pemberontak dalam bentuk apa pun yang akan diambil Suriah baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved