Presiden Belarusia Akan Mundur Setelah Referendum

Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:30 WIB
Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara dua kali pada akhir pekan ini. (Baca Juga: Israel Setujui Mega Proyek Pemukiman Yahudi, Termasuk Jalan Penghubung)

Sebagai mantan manajer pertanian kolektif Soviet, Lukashenko menggunakan bahasa kasar untuk berbicara dengan para pekerja. "Kita telah menggelar pemilu. Hingga Anda membunuh saya maka tidak akan ada pemilu baru," ujar dia.

Namun dia menawarkan referendum. "Kita akan membawa perubahan pada referendum, dan saya akan menyerahkan wewenang konstitusional saya. Tapi tidak dengan tekanan atau karena jalanan," ujar dia. (Baca Infografis: Merdeka Pak Jokowi! Ini Saran Pelaku Usaha untuk Ekonomi RI)

"Ya saya bukan santo. Kalian tahu sisi keras saya. Saya tidak abadi. Tapi jika Anda menurunkan presiden pertama kalian akan menurunkan negara-negara tetangga dan semua sisanya," papar dia. (Lihat Video: Warga Antusias Beri Penghormatan Pada Merah Putih Pukul 10.17 WIB)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!