Putin dan Obama Sepakat Redam Ketegangan Iran dan Saudi

Kamis, 14 Januari 2016 - 08:31 WIB
Putin dan Obama Sepakat...
Putin dan Obama Sepakat Redam Ketegangan Iran dan Saudi
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia; Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS); Barack Obama, dalam sebuah percakapan telepon sepakat untuk meredam ketegangan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi. Menurut Kremlin, percakapan telepon atas inisiatif AS itu terjadi hari Rabu.

Para pemimpin menyerukan deeskalasi ketegangan yang timbul sehubungan dengan krisis dalam hubungan antara Arab Saudi dan Iran,” demikian pernyataan Kremlin yang diterbitkan di situs resminya, yang dilansir Russia Today, semalam.

Kedua presiden itu juga membahas proses penyelesaian krisis Ukraina, krisis Suriah dan situasi di Semenanjung Korea.


Selama pembicaraan dengan Obama, Putin menekankan perlunya bagi Kiev memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian Minsk-2, termasuk membangun dialog langsung dengan kelompok separatis Ukraina timur.

Putin juga menegaskan kebutuhan untuk menciptakan sebuah koalisi internasional yang luas untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), serta semua organisasi teroris yang beroperasi di Suriah, sesegera mungkin.


Sedangkan perihal klaim uji coba bom hidrogen oleh Korut, Obama dan Putin sepakat bahwa tindakan rezim Kim Jong-un merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dengan ketentuan jika klaim itu benar. Pelanggaran resolusi itu akan berdampak pada respons keras dari masyarakat internasional.

Pada kesempatan yang sama, Putin menegaskan kembali komitmen Rusia untuk menemukan solusi diplomatik soal ketegangan di Semenanjung Korea. Pemimpin Kremlin itu kembali mendesak semua pihak untuk menahan diri.
(mas)
Berita Terkait
AS Peringatkan Potensi...
AS Peringatkan Potensi Serangan Iran ke Arab Saudi
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
2 jam yang lalu
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
3 jam yang lalu
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
3 jam yang lalu
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
4 jam yang lalu
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
4 jam yang lalu
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved