Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'

Jum'at, 26 Juni 2026 - 09:34 WIB
loading...
Kerja Sama Yunani-China...
Legislator Yunani mengkritik kerja sama negaranya dengan China karena terkesan hanya menguntungkan Beijing dan memposisikan Yunani sebagai mitra lemah. Foto/VCG/via CGTN
A A A
JAKARTA - Anggota Parlemen Yunani dari Partai NIKI, Spyros Tsironis, mengkritik perjanjian kerja sama perlindungan warisan budaya bawah laut antara Yunani dan China. Dia menegaskan Yunani tidak boleh diposisikan sebagai "mitra lemah" dalam hubungan bilateral dengan Beijing.

Kritik tersebut disampaikan Tsironis dalam sidang parlemen yang membahas ratifikasi perjanjian antara Kementerian Kebudayaan Yunani dan National Administration of Cultural Heritage China.

Baca Juga: Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang

Meski mengakui Yunani dan China sama-sama memiliki warisan sejarah dan budaya yang kaya, Tsironis menegaskan setiap bentuk kerja sama harus didasarkan pada asas timbal balik, transparansi, serta memberikan manfaat yang jelas bagi Yunani.

Menurutnya, isi perjanjian masih terlalu umum dan tidak memuat target maupun komitmen yang konkret.

Dia menyebut dokumen tersebut lebih menyerupai "deklarasi niat" daripada kesepakatan yang benar-benar memberikan langkah nyata bagi kedua negara.

Salah satu poin yang disoroti Tsironis adalah Pasal 7 yang membuka peluang pendirian Institut Arkeologi China di Yunani.

Dia mempertanyakan alasan Yunani harus menanggung biaya operasional lembaga asing tersebut tanpa adanya institusi Yunani yang memperoleh perlakuan serupa di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Provokatif! Pemain Timnas...
Provokatif! Pemain Timnas Argentina Angkat Spanduk 'Perang Malvinas' usai Kalahkan Inggris
Rekomendasi
Roy Suryo Dilaporkan...
Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel Terkait Pencemaran Nama Baik
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Berita Terkini
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved