Kaleidoskop 2022: Tepi Barat dan Yerusalem Membara, Israel Ingin Habisi Perlawanan

Selasa, 27 Desember 2022 - 17:41 WIB
loading...
A A A
“(Kota Tua) masih seperti dulu,” ungkap Basil Kittaneh, peneliti dan penduduk Kota Tua Nablus, tempat berkembangnya perlawanan bersenjata, yang terutama dipimpin pemuda yang tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

“Setiap hari warga bersiap menunggu sesuatu. Setiap malam, suara drone berdengung, dan orang tidak tidur dan dalam keadaan ketakutan,” papar dia.

Kaleidoskop 2022: Tepi Barat dan Yerusalem Membara, Israel Ingin Habisi Perlawanan


Setelah puncak Intifada Persatuan musim panas lalu, perubahan tak terduga lahir dengan penyatuan warga Palestina melintasi perbatasan yang dampaknya terus berlanjut hingga saat ini.

Saat warga Palestina secara kolektif bangkit tahun 2021 lalu, mereka juga dihukum secara kolektif, termasuk warga Palestina dengan kewarganegaraan Israel.

Pada Mei 2021, Polisi Israel meluncurkan "Operasi Hukum dan Ketertiban," yang menargetkan warga Palestina dengan kewarganegaraan Israel yang berpartisipasi dalam kegiatan Intifadah Persatuan, terutama mereka yang menembaki gerombolan Israel yang telah menyerang lingkungan Palestina dan menyerang penduduknya.

Dalam semalam, ribuan warga Palestina dengan kewarganegaraan Israel ditangkap sebagai bentuk hukuman kolektif, dan apa yang oleh aparat keamanan Israel disebut sebagai "pencegahan".

Operasi Break the Wave diluncurkan pada Maret 2022 untuk menumpas kelompok perlawanan bersenjata yang tumbuh, terutama di kota-kota seperti Nablus dan Jenin.

Penting untuk melihatnya sebagai kelanjutan dari "Operasi Hukum dan Ketertiban", sebagai tambahan untuk "Operasi Breaking Dawn" di Gaza.

Dipelopori kepala staf militer Israel Aviv Kochavi bersama-sama dengan PM Israel, kampanye Break the Wave selama berbulan-bulan terletak pada inti dari apa yang kita saksikan di Palestina yang diduduki saat ini.

Kochavi telah mengerahkan tentara Israel tidak hanya di Tepi Barat, tetapi juga memperluas yurisdiksi militer di luar Garis Hijau, ke kota-kota di bawah yurisdiksi polisi Israel.

Warga Palestina dengan kewarganegaraan Israel berada di bawah kekuasaan militer de facto hingga tahun 1970-an.

Implikasi dari eskalasi saat ini oleh Israel adalah bagian dari proyek kolonial pemukim Israel yang lebih luas, didorong ideologi Zionis sayap kanan.

Dalam penggerebekan harian di kota-kota Palestina, pasukan Israel menangkap lebih dari 1.500 warga Palestina, menurut kepala militer Israel.

“Kami akan menjangkau setiap kota, lingkungan, gang, rumah, atau ruang bawah tanah untuk tujuan itu,” ujar Kochavi pada bulan September.

Namun, jumlahnya jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan Kochavi, yang telah menyebabkan serangan sistematis terhadap rasa stabilitas dan keamanan warga Palestina.

Tindakan brutal ini menyiratkan pasukan Israel tidak terbatas pada satu ruang geografis, dan malah menargetkan semua orang, tidak hanya mereka yang menolak, tetapi mereka yang menunjukkan tanda-tanda potensi penolakan.

“Orang-orang (di Kota Tua) waspada sepanjang malam,” papar Kittaneh menjelaskan kepada Mondoweiss.

Dia menjelaskan, “Secara keseluruhan, ada perlawanan, tetapi hukuman kolektif diberlakukan di seluruh Nablus.”

Perlawanan Tanpa Komunikasi Terorganisir

Sama seperti militer Israel tidak terbatas pada geografi, konfrontasi Palestina juga tidak.

Agustus ini menyaksikan dinamika baru antara Gaza dan Tepi Barat, di mana tidak seperti dekade lalu, Gaza menjadi kekuatan mediasi untuk mengurangi perlawanan di Tepi Barat.

“Setiap orang bebas yang bermartabat di dunia akan mendukung kami,” papar pejuang perlawanan, S, kepada Mondoweiss pada bulan September saat terdengar suara tembakan dari pasukan Otoritas Palestina, yang telah dikerahkan untuk menumpas kelompok perlawanan yang berkembang di Nablus.

Kaleidoskop 2022: Tepi Barat dan Yerusalem Membara, Israel Ingin Habisi Perlawanan


Meskipun kota-kota Palestina tertentu telah menjadi target utama dalam kampanye terbaru Israel, serangan oleh militer dan intelijen Israel bersifat kolektif.

Lebih dari 5.292 warga Palestina telah ditangkap sejak Januari, menurut Masyarakat Tahanan Palestina.

Dari setiap 100 penangkapan, 14 di antaranya adalah anak-anak di bawah umur, 766 orang di antaranya ditahan sejak Januari.

Perlawanan Palestina berkisar antara perlawanan bersenjata dan perlawanan tak bersenjata populer, yang telah meluas ke keterlibatan warga Palestina di diaspora dan di pengasingan.

Dengan cara ini, fragmentasi identitas Palestina oleh Israel terus ditentang dan diinterupsi.

Mengingat tahun ini telah menjadi salah satu yang paling mematikan dalam hal kekerasan pemukim bagi warga Palestina sejak 2005, warga Palestina kini menghadapi kaleidoskop represi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved