Hamas: Perundingan dengan Mediator Gencatan Senjata Gaza Intensif dalam Beberapa Hari Terakhir
Minggu, 30 Maret 2025 - 07:03 WIB
loading...
Para anggota Brigade Al-Qassam Hamas bersama seorang sandera Israel di kamp pengungsi al-Nuseirat, Gaza tengah, pada 22 Februari 2025. Foto/Xinhua/Rizek Abdeljawad
A
A
A
GAZA - Anggota biro politik Hamas Bassem Naim mengonfirmasi pembicaraan antara gerakan tersebut dan mediator untuk melanjutkan gencatan senjata di Jalur Gaza “semakin intensif dalam beberapa hari terakhir.”
Naim mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP), “Kami berharap beberapa hari ke depan akan menyaksikan terobosan nyata dalam perang setelah kontak dengan para mediator semakin intensif dalam beberapa hari terakhir.”
Sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan dimulai pada Kamis malam antara gerakan Palestina dan mediator dari Mesir dan Qatar di Doha untuk menghidupkan kembali gencatan senjata dan membebaskan tawanan Israel yang masih ditahan di Gaza.
Naim menjelaskan proposal yang dinegosiasikan, “Bertujuan mencapai gencatan senjata, membuka penyeberangan, mengizinkan masuknya bantuan, dan, yang terpenting, kembali ke negosiasi mengenai fase kedua, yang harus mengarah pada penghentian perang sepenuhnya dan penarikan pasukan pendudukan.”
Pada tanggal 18 Maret, militer Israel melanjutkan pengebomannya di Jalur Gaza dan kemudian operasi daratnya, dua bulan setelah gencatan senjata relatif dalam perang yang meletus menyusul serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Naim mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP), “Kami berharap beberapa hari ke depan akan menyaksikan terobosan nyata dalam perang setelah kontak dengan para mediator semakin intensif dalam beberapa hari terakhir.”
Sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan dimulai pada Kamis malam antara gerakan Palestina dan mediator dari Mesir dan Qatar di Doha untuk menghidupkan kembali gencatan senjata dan membebaskan tawanan Israel yang masih ditahan di Gaza.
Naim menjelaskan proposal yang dinegosiasikan, “Bertujuan mencapai gencatan senjata, membuka penyeberangan, mengizinkan masuknya bantuan, dan, yang terpenting, kembali ke negosiasi mengenai fase kedua, yang harus mengarah pada penghentian perang sepenuhnya dan penarikan pasukan pendudukan.”
Pada tanggal 18 Maret, militer Israel melanjutkan pengebomannya di Jalur Gaza dan kemudian operasi daratnya, dua bulan setelah gencatan senjata relatif dalam perang yang meletus menyusul serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Lihat Juga :