Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran

Sabtu, 29 Maret 2025 - 07:11 WIB
loading...
Pangkalan Samudra Hindia...
Pesawat pengebom B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS lepas landas dalam misi penyerangan terhadap kamp pelatihan al Qaeda dan instalasi militer rezim Taliban di Afghanistan pada 7 Oktober 2001, selama Operasi Enduring Freedom. Foto/Departemen Pertahanan A
A A A
WASHINGTON - Pangkalan udara yang mungkin digunakan Amerika Serikat (AS) jika memutuskan mengebom fasilitas nuklir Iran adalah sepetak pulau kecil di Samudra Hindia yang jarang dikaitkan dengan Timur Tengah.

Meski demikian, pangkalan itu telah digunakan AS selama beberapa dekade untuk memproyeksikan kekuatan militer di kawasan tersebut.

Sepanjang pekan ini, AS telah mengumpulkan pesawat pengebom B-2, pesawat siluman yang digunakan untuk serangan presisi yang dapat menghindari sistem pertahanan udara, di Diego Garcia.

Itu adalah satu pulau yang berjarak sekitar 700 kilometer selatan Maladewa, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer gabungan AS-Inggris.

Militer AS mengonfirmasi awal pekan ini mereka telah mengerahkan pesawat pengebom B-2 ke pulau tersebut.

Informasi satelit sumber terbuka yang disediakan Planet Labs awal pekan ini menunjukkan tiga pesawat pengebom B-2 di pangkalan AS.

Pada hari Jumat (28/3/2025), akun sumber terbuka lainnya membagikan citra yang menunjukkan ada lima pesawat pengebom B-2 di pangkalan tersebut.

Diego Garcia adalah bagian dari kepulauan Chagos di Samudra Hindia. Jejak AS di sana dapat ditelusuri kembali ke hari-hari terakhir Kekaisaran Inggris.

Pada tahun 1960-an, Inggris menarik diri dari koloninya tetapi ingin mempertahankan beberapa bagian strategis di peta agar tetap menjadi kekuatan di panggung dunia.

Di Mediterania Timur, mereka membangun pangkalan di Siprus. Di Samudra Hindia, mereka menekan Mauritius, bekas koloni Inggris, untuk menjual Kepulauan Chagos hanya seharga 3 juta poundsterling.

Untuk membangun pangkalan militer di pulau terbesar Chagos, Diego Garcia, Inggris secara paksa memindahkan sekitar 1.500 penduduk asli pulau tanpa kompensasi ke daerah kumuh di Mauritius dan Seychelles.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved