Pasukan AS Tewaskan Seorang Anggota Senior ISIS di Timur Laut Suriah

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 19:45 WIB
loading...
Pasukan AS Tewaskan Seorang Anggota Senior ISIS di Timur Laut Suriah
Pasukan AS Tewaskan Seorang Anggota Senior ISIS di Timur Laut Suriah. FOTO/MEMRI
A A A
DAMASKUS - Pasukan Amerika Serikat (AS) berhasil membunuh seorang anggota "senior" kelompok militan ISIS pada Kamis (6/10/2022) dalam serangan menjelang fajar di timur laut Suriah. Hal itu diungkapkan Komando Pusat militer AS.

Operasi itu adalah upaya terbaru AS untuk menekan militan ISIS yang telah dikalahkan secara territorial, tetapi masih mengatur serangan di Suriah dan negara tetangga Irak.

Baca: Habisi 4 Warga AS, Teroris ISIS Geng Beatle Dipenjara Seumur Hidup

"Pasukan Centcom melakukan serangan di timur laut Suriah yang menargetkan seorang pejabat senior ISIS," kata juru bicara Centcom, Kolonel Joe Buccino dalam sebuah pernyataan email kepada AFP.

Centcom kemudian mengatakan di Twitter bahwa serangan itu menargetkan "Rakkan Wahid al-Shammari, seorang pejabat ISIS yang dikenal memfasilitasi penyelundupan senjata dan pejuang".

“Shammari tewas dan salah satu rekannya terluka," lanjut pernyataan itu. Ditambahkan pula, bahwa dua lainnya ditahan dan serangan itu tidak mengakibatkan korban lebih lanjut.

Penyiar negara Suriah sebelumnya mengatakan, operasi AS yang melibatkan beberapa helikopter menewaskan satu orang dan melihat beberapa lainnya ditangkap di daerah yang dikuasai pemerintah di timur laut Suriah, yang sebagian besar didominasi oleh pasukan Kurdi.

Baca: Pentagon: Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin ISIS di Suriah

“Desa yang ditargetkan, Muluk Saray, terletak 17km selatan kota Qamishli yang dikuasai Kurdi dan dikendalikan oleh milisi pro-rezim,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Serangan hari Kamis adalah operasi udara pertama di wilayah yang dikuasai pemerintah sejak konflik Suriah meletus pada 2011, tambah pemantau perang yang berbasis di Inggris.

“Orang yang tewas dalam operasi itu telah menjadi penduduk daerah itu selama bertahun-tahun," kata Observatorium, yang bergantung pada jaringan sumber yang luas di dalam wilayah Suriah. Pemantau mengatakan seorang Suriah dan seorang Irak ditangkap dalam operasi itu.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1581 seconds (10.177#12.26)