Dapat Ultimatum, Pendukung Ulama Syiah Irak Membubarkan Diri

Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:58 WIB
loading...
Dapat Ultimatum, Pendukung...
Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr meminta para pendukungnya untuk membubarkan diri. Foto/Al Araby
A A A
TEHERAN - Ulama Syiah Irak , Moqtada al-Sadr meminta para pengikutnya untuk berhenti melakukan aksi protes setelah bentrokan dengan kekerasan pecah dengan pendukung pesaingnya. Bentrokan yang berlanjut hingga hari kedua, Selasa (30/8/2022), itu terjadi setelah al-Sadr mengumumkan menarik diri dari politik.

“Ini bukan revolusi (lagi) karena telah kehilangan karakter damainya,” kata Sadr dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Menumpahkan darah warga Irak dilarang," tambahnya seperti dikutip dari France24.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada pukul 13.00 waktu setempat, Sadr menetapkan batas waktu satu jam bagi para pendukungnya untuk mengakhiri aksi protes mereka di Zona Hijau yang dibentengi di Baghdad tengah, tempat mereka menduduki parlemen selama berminggu-minggu.

Baca juga: Bentrokan Meletus Pasca Ulama Syiah Irak Umumkan Mundur dari Panggung Politik

"Dalam waktu 60 menit, jika gerakan Sadr tidak mundur, termasuk dari aksi duduk di parlemen, maka saya pun akan meninggalkan gerakan itu," ancam Sadr.

Beberapa saat setelah pidato Sadr, para pendukungnya terlihat mulai meninggalkan Zona Hijau, dan beberapa menit setelah itu, tentara mencabut jam malam nasional yang diberlakukan sejak kekerasan meletus pada Senin.

Ketegangan meningkat di Irak di tengah krisis politik yang membuat negara itu tanpa pemerintahan baru, perdana menteri atau presiden selama berbulan-bulan. Ketegangan meningkatkan tajam setelah pendukung Sadr pada Senin kemarin menyerbu istana pemerintah menyusul pengumuman ulama Syiah itu bahwa ia berhenti dari politik.

Baca juga: Sekjen PBB Seru Semua Pihak Menahan Diri di Irak

Kekerasan itu membuat pendukung Sadr berhadapan dengan faksi-faksi Syiah saingan yang didukung oleh negara tetangga Iran.

Saksi mata mengatakan loyalis Sadr dan pendukung blok Syiah saingannya, Kerangka Koordinasi, terlibat baku tembak.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa pendukung Sadr melepaskan tembakan ke Zona Hijau dari luar, sambil menambahkan bahwa pasukan keamanan di dalam "tidak menanggapi" aksi itu.

Petugas medis pada hari Selasa memperbarui jumlah pendukung Sadr yang tewas menjadi 23, dengan sekitar 380 lainnya terluka - beberapa dengan luka tembak dan lainnya menderita menghirup gas air mata.

Baca juga: Pertempuran Berlanjut di Irak, 30 Orang Tewas

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved