Ini Teks Lengkap Pernyataan Pertama Assad usai Rezimnya Runtuh di Suriah
Selasa, 17 Desember 2024 - 09:30 WIB
loading...
Mantan presiden Suriah Bashar al-Assad telah merilis pernyataan pertamanya sejak rezimnya runtuh di Damaskus sepekan lalu. Foto/Screengrab video Al Jazeera
A
A
A
MOSKOW - Mantan presiden Suriah Bashar al-Assad telah merilis pernyataan pertamanya sejak rezimnya runtuh di Damaskus sepekan lalu. Pernyataan yang dia keluarkan dari Rusia tersebut membantah bahwa dia melarikan diri, melainkan evakuasi oleh pasukan Rusia karena gencarnya serangan pesawat nirawak.
Assad meninggalkan Suriah dari Pangkalan Udara Khmeimim yang dioperasikan Rusia, sebelum pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menggulingkan rezimnya.
"Ketika terorisme menyebar di seluruh Suriah dan akhirnya mencapai Damaskus pada Sabtu malam, 7 Desember 2024, muncul pertanyaan tentang nasib dan keberadaan presiden. Hal ini terjadi di tengah banjir misinformasi dan narasi yang jauh dari kebenaran, yang bertujuan untuk mengubah terorisme internasional menjadi revolusi pembebasan bagi Suriah.”
"Pada titik kritis dalam sejarah bangsa ini, di mana kebenaran harus didahulukan, penting untuk mengatasi distorsi ini. Sayangnya, keadaan yang berlaku saat itu, termasuk pemadaman komunikasi total karena alasan keamanan, menunda rilis pernyataan ini. Hal ini tidak menggantikan laporan terperinci tentang peristiwa yang terjadi, yang akan diberikan ketika ada kesempatan.”
Baca Juga: Assad Buka Suara Pertama Kalinya dari Rusia: Suriah Sekarang dalam Genggaman Teroris
"Pertama, keberangkatan saya dari Suriah tidak direncanakan dan tidak terjadi pada jam-jam terakhir pertempuran, seperti yang diklaim beberapa pihak. Sebaliknya, saya tetap berada di Damaskus, menjalankan tugas saya hingga dini hari Minggu, 8 Desember 2024. Saat pasukan teroris menyusup ke Damaskus, saya pindah ke Latakia dengan koordinasi bersama sekutu Rusia kami untuk mengawasi operasi tempur. Saat tiba di Pangkalan udara Khmeimim pagi itu, terlihat jelas bahwa pasukan kami telah sepenuhnya ditarik dari semua garis pertempuran dan posisi tentara terakhir telah jatuh. Saat situasi lapangan di daerah itu terus memburuk, pangkalan militer Rusia sendiri diserang secara intensif oleh serangan pesawat tak berawak.”
"Karena tidak ada cara yang layak untuk meninggalkan pangkalan, Moskow meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Rusia pada Minggu malam, 8 Desember. Evakuasi ini dilakukan sehari setelah jatuhnya Damaskus menyusul runtuhnya posisi militer terakhir dan kelumpuhan yang diakibatkannya pada semua lembaga negara yang tersisa.”
Assad meninggalkan Suriah dari Pangkalan Udara Khmeimim yang dioperasikan Rusia, sebelum pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menggulingkan rezimnya.
Teks Lengkap Pernyataan Assad yang Dipublikasikan di Saluran Telegram Kepresidenan Suriah
"Ketika terorisme menyebar di seluruh Suriah dan akhirnya mencapai Damaskus pada Sabtu malam, 7 Desember 2024, muncul pertanyaan tentang nasib dan keberadaan presiden. Hal ini terjadi di tengah banjir misinformasi dan narasi yang jauh dari kebenaran, yang bertujuan untuk mengubah terorisme internasional menjadi revolusi pembebasan bagi Suriah.”
"Pada titik kritis dalam sejarah bangsa ini, di mana kebenaran harus didahulukan, penting untuk mengatasi distorsi ini. Sayangnya, keadaan yang berlaku saat itu, termasuk pemadaman komunikasi total karena alasan keamanan, menunda rilis pernyataan ini. Hal ini tidak menggantikan laporan terperinci tentang peristiwa yang terjadi, yang akan diberikan ketika ada kesempatan.”
Baca Juga: Assad Buka Suara Pertama Kalinya dari Rusia: Suriah Sekarang dalam Genggaman Teroris
"Pertama, keberangkatan saya dari Suriah tidak direncanakan dan tidak terjadi pada jam-jam terakhir pertempuran, seperti yang diklaim beberapa pihak. Sebaliknya, saya tetap berada di Damaskus, menjalankan tugas saya hingga dini hari Minggu, 8 Desember 2024. Saat pasukan teroris menyusup ke Damaskus, saya pindah ke Latakia dengan koordinasi bersama sekutu Rusia kami untuk mengawasi operasi tempur. Saat tiba di Pangkalan udara Khmeimim pagi itu, terlihat jelas bahwa pasukan kami telah sepenuhnya ditarik dari semua garis pertempuran dan posisi tentara terakhir telah jatuh. Saat situasi lapangan di daerah itu terus memburuk, pangkalan militer Rusia sendiri diserang secara intensif oleh serangan pesawat tak berawak.”
"Karena tidak ada cara yang layak untuk meninggalkan pangkalan, Moskow meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Rusia pada Minggu malam, 8 Desember. Evakuasi ini dilakukan sehari setelah jatuhnya Damaskus menyusul runtuhnya posisi militer terakhir dan kelumpuhan yang diakibatkannya pada semua lembaga negara yang tersisa.”
Lihat Juga :