Trump Pertimbangkan Serangan Militer Langsung ke Iran
Jum'at, 13 Desember 2024 - 21:45 WIB
loading...
Presiden terpilih AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Tim transisi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk menargetkan Iran, termasuk serangan langsung ke fasilitas nuklirnya.
Kabar itu menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Wall Street Journal (WSJ).
Selama masa jabatan presiden pertamanya dari tahun 2017 hingga 2021, Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral tahun 2015, yang dimaksudkan untuk mempersulit Iran memperoleh senjata nuklir, dan melancarkan apa yang disebutnya sebagai "kampanye tekanan maksimum."
Para ajudan Trump kini tengah mendiskusikan strategi "tekanan maksimum 2.0", yang dapat mencakup aksi militer langsung, demikian laporan surat kabar tersebut pada hari Jumat (13/12/2024).
Trump diketahui telah memberi tahu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam panggilan telepon baru-baru ini bahwa dia tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir di bawah pengawasannya.
Teheran menyangkal mereka ingin mencapai kemampuan nuklir, tetapi telah menimbun sejumlah besar uranium yang diperkaya tinggi sebagai balasan atas sabotase Trump terhadap kesepakatan nuklir tersebut.
Kabar itu menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Wall Street Journal (WSJ).
Selama masa jabatan presiden pertamanya dari tahun 2017 hingga 2021, Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral tahun 2015, yang dimaksudkan untuk mempersulit Iran memperoleh senjata nuklir, dan melancarkan apa yang disebutnya sebagai "kampanye tekanan maksimum."
Para ajudan Trump kini tengah mendiskusikan strategi "tekanan maksimum 2.0", yang dapat mencakup aksi militer langsung, demikian laporan surat kabar tersebut pada hari Jumat (13/12/2024).
Trump diketahui telah memberi tahu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam panggilan telepon baru-baru ini bahwa dia tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir di bawah pengawasannya.
Teheran menyangkal mereka ingin mencapai kemampuan nuklir, tetapi telah menimbun sejumlah besar uranium yang diperkaya tinggi sebagai balasan atas sabotase Trump terhadap kesepakatan nuklir tersebut.
Lihat Juga :