Bunuh Tentara AS Dapat Hadiah, Pentagon: Belum Ada Bukti Kuat

Selasa, 30 Juni 2020 - 20:59 WIB
loading...
Bunuh Tentara AS Dapat...
Pentagon menyatakan belum ada bukti kuat terkait isu membunuh tentara AS mendapatkan hadiah. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya belum memvalidasi laporan intelijen yang menilai bahwa Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan Taliban untuk membunuh pasukan koalisi, termasuk AS, di Afghanistan .

“Departemen Pertahanan terus mengevaluasi intelijen bahwa para agen GRU Rusia terlibat dalam kegiatan memfitnah terhadap Amerika Serikat dan pasukan koalisi di Afghanistan. Sampai saat ini, DOD tidak memiliki bukti yang menguatkan untuk memvalidasi dugaan baru-baru ini yang ditemukan dalam laporan sumber terbuka,” kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman dalam sebuah pernyataan, menggunakan akronim dari Departemen Pertahanan AS.

"Terlepas dari itu, kami selalu memperhatikan keselamatan dan keamanan pasukan kami di Afghanistan - dan di seluruh dunia - yang paling serius dan oleh karena itu terus mengambil langkah-langkah untuk mencegah bahaya dari ancaman potensial," lanjutnya seperti dikutip dari The Hill, Selasa (30/6/2020).

Presiden Trump telah mengklaim bahwa ia tidak diberitahu tentang rincian intelijen, yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada hari Jumat. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )

"Mungkin tipuan Rusia yang dibuat-buat, mungkin oleh Berita Palsu @nytimesbooks, yang ingin membuat kaum Republikan terlihat buruk !!!" tweet Trump pada hari Minggu, mengacu pada laporan itu. (Baca: Soal Isu Hadiah untuk Tewaskan Tentara AS, Ini Kata Trump )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Daftar Lengkap Hasil...
Daftar Lengkap Hasil Final Piala Dunia dari 1930 hingga 2026 Beserta Skornya
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved