Soal Isu Hadiah untuk Tewaskan Tentara AS, Ini Kata Trump

loading...
Soal Isu Hadiah untuk Tewaskan Tentara AS, Ini Kata Trump
Trump angkat bicara mengenai laporan New York Times yang menyebut Rusia menyiapkan hadiah bagi milisi terkait Taliban untuk membunuh tentara AS. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump angkat bicara mengenai laporan New York Times yang menyebut Rusia menyiapkan hadiah bagi milisi terkait Taliban untuk membunuh tentara AS. Trump menyebut laporan itu palsu.

Trump, melalui akun Twitternya, awalnya mengatakan, bahwa baik dia ataupun Wakil Presiden AS, Mike Pence tidak pernah diberitahu soal laporan intelijen, yang dikutip oleh New York Times tersebut.

(Baca juga: Taliban Bantah Ditawari Hadiah oleh Rusia untuk Bunuh Tentara AS)

Dia kemudian mengatakan, pihak intelijen telah menjelaskan kepadanya bahwa laporan itu tidak kredibel. Oleh karena itu, jelas Trump, pihak intelijen tidak pernah memberikan briefing dirinya tentang hal ini.



"Intelijen baru saja melaporkan kepada saya bahwa mereka tidak menemukan info ini kredibel dan karenanya tidak melaporkannya kepada saya atau Pence. Mungkin tipuan Rusia yang dibuat-buat, mungkin oleh berita palsu New York Times, yang ingin membuat Partai Republik terlihat buruk," ucap Trump, seperti dilansir Sputnik pada Senin (29/6/2020).

Sebelumnya, Taliban membantah laporan New York Times tersebut. Taliban mengatakan bahwa rumor ini dibuat untuk menciptakan hambatan untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

(Baca juga: Sosialisasi Protokol Kesehatan di Pasar Pelelangan Ikan)



Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, seluruh senjata Taliban diperoleh dari dalam negeri atau hasil sitaan dari kelompok saingan. Dia juga menegaskan kegiatan Taliban tidak terkait dengan organ intelijen atau negara asing.

"Taliban berkomitmen untuk kesepakatan dengan AS, mengatakan bahwa implementasinya akan memastikan perdamaian dan stabilitas komprehensif di Afghanistan," ucapnya.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top