Robohkan Firewall Besar China, Aktivis Wuhan Cari Suaka ke Belanda

Kamis, 20 Maret 2025 - 13:29 WIB
loading...
Robohkan Firewall Besar...
Gan Wenwei, aktivis Wuhan yang robohkan Firewall Besar China. Dia sekarang mencari suaka ke Belanda. Foto/The Singapore Post
A A A
JAKARTA - Tembok Api Besar China, istilah untuk sistem penyensoran internet yang canggih dan terus berkembang, telah lama mencegah warga China dalam mengakses informasi global secara bebas.

Namun, seorang pemuda dari Wuhan, Gan Wenwei, telah muncul sebagai pembangkang digital, membantu jutaan netizen China melewati batasan yang diberlakukan negara.

Mengutip dari The Singapore Post, Kamis (20/3/2025), Gan Wenwei menjadi sasaran otoritas China karena tindakannya, dan sekarang dirinya sedang berusaha mencari suaka politik di Belanda.

Baca Juga: China Diduga Gunakan Sindikat Kriminal untuk Melemahkan Palau

Perjalanan Gan Wenwei dalam aktivisme siber dimulai seperti banyak anak muda China yang tumbuh dalam ekosistem digital yang dikontrol ketat.

Dibesarkan di Wuhan, kota yang terkenal akan sejarah budayanya yang kaya tetapi sekarang terkenal terkait dengan pandemi Covid-19, Gan Wenwei menunjukkan minat awal pada teknologi dan pengkodean. Tidak seperti banyak rekannya, dia menyadari kekuatan informasi yang sangat besar dan bahaya yang ditimbulkan oleh narasi yang dikendalikan negara.

Tembok Api (Firewall) Besar China bisa dibilang merupakan sistem penyensoran internet paling luas dan canggih di dunia, yang memblokir akses ke berbagai platform global seperti Google, YouTube, Facebook, Twitter, dan berbagai media berita Barat terkemuka.

Meski jaringan privat virtual (VPN) dan layanan proksi menyediakan sejumlah cara untuk menghindarinya, pemerintah China secara agresif menutup berbagai alat ini dan menghukum mereka yang menggunakan atau mendistribusikannya.

Namun, Gan Wenwei melawan pihak berwenang. Melalui kombinasi inovasi teknologi dan aktivisme digital, dia mengembangkan berbagai alat dan platform yang memungkinkan jutaan warga China mengakses internet secara terbuka, bebas dari pengawasan dan penyensoran pemerintah.

Upaya Gan Wenwei membuatnya mendapatkan pengikut setia di kalangan aktivis pro-demokrasi, mahasiswa, dan warga biasa yang mendambakan informasi tanpa filter.

Kebebasan Internet


Selama bertahun-tahun, otoritas China telah terlibat dalam kampanye tanpa henti untuk menghancurkan kebebasan internet.

China menggunakan berbagai alat penyensoran canggih yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI), pasukan polisi siber, dan hukuman berat untuk mencegah individu merusak Tembok Api tersebut. Meski ada risiko itu, tokoh seperti Gan Wenwei terus melawan.

Seiring dengan meningkatnya pengaruh Gan Wenwei di dunia maya, pengawasan pemerintah pun meningkat.

Baca Juga: Wanita China Ini Hilang Hampir 4 Tahun setelah Coret Poster Presiden Xi Jinping

Menurut laporan, otoritas China menuduhnya "membahayakan keamanan nasional" dan "menyebarkan propaganda antinegara”, tuduhan yang biasa digunakan untuk membungkam para pembangkang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Ngeri! Iran Tutup Bab...
Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved