Uni Emirat Arab Diam-diam Melobi AS untuk Menolak Rencana Mesir tentang Rekonstruksi Gaza
Rabu, 19 Maret 2025 - 19:20 WIB
loading...
Uni Emirat Arab diam-diam melobi AS untuk menolak rencana Mesir tentang Gaza. Foto/Mahmoud Zaki/Xinhua
A
A
A
GAZA - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan melobi Amerika Serikat (AS) untuk menolak rencana Mesir untuk Gaza pascaperang yang didukung oleh Liga Arab, yang menandakan keretakan signifikan dalam hubungan antara Abu Dhabi dan Kairo.
Pada awal Maret, Mesir mengungkap rencananya untuk transisi politik, rekonstruksi, dan pemulihan Jalur Gaza setelah berakhirnya serangan brutal Israel, dengan sorotan utama adalah pemerintahan oleh Otoritas Palestina (PA), pasukan keamanan Gaza yang dilatih oleh Yordania dan Mesir, serta potensi pasukan penjaga perdamaian PBB untuk dikerahkan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Melansir Middle East Monitor, rencana Mesir tersebut berfungsi sebagai alternatif bagi rencana yang diusulkan presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Gaza oleh Amerika dan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut, yang menyebabkan Liga Arab segera mengadopsi usulan Kairo.
Sementara sejumlah negara Eropa juga mendukung rencana tersebut, AS dan Israel dapat diprediksi akan menolaknya.
Namun, sikap Washington dilaporkan semakin diperkuat oleh UEA, dengan sebuah laporan oleh Middle East Eye yang mengutip pejabat Amerika dan Mesir yang mengungkapkan bahwa duta besar Emirat untuk AS, Yousef al-Otaiba, telah melobi anggota parlemen dan mereka yang berada dalam lingkaran dalam presiden Trump untuk menekan Mesir agar menerima pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.
Pada awal Maret, Mesir mengungkap rencananya untuk transisi politik, rekonstruksi, dan pemulihan Jalur Gaza setelah berakhirnya serangan brutal Israel, dengan sorotan utama adalah pemerintahan oleh Otoritas Palestina (PA), pasukan keamanan Gaza yang dilatih oleh Yordania dan Mesir, serta potensi pasukan penjaga perdamaian PBB untuk dikerahkan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Melansir Middle East Monitor, rencana Mesir tersebut berfungsi sebagai alternatif bagi rencana yang diusulkan presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Gaza oleh Amerika dan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut, yang menyebabkan Liga Arab segera mengadopsi usulan Kairo.
Sementara sejumlah negara Eropa juga mendukung rencana tersebut, AS dan Israel dapat diprediksi akan menolaknya.
Namun, sikap Washington dilaporkan semakin diperkuat oleh UEA, dengan sebuah laporan oleh Middle East Eye yang mengutip pejabat Amerika dan Mesir yang mengungkapkan bahwa duta besar Emirat untuk AS, Yousef al-Otaiba, telah melobi anggota parlemen dan mereka yang berada dalam lingkaran dalam presiden Trump untuk menekan Mesir agar menerima pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.
Lihat Juga :