4 Cara China Duduki Taiwan: dari Blokade Hingga Serangan Kilat 48 Jam

Minggu, 07 Agustus 2022 - 13:55 WIB
loading...
A A A
China telah mengirim lusinan pesawat tempur ke wilayah udara Taiwan karena terus melenturkan otot militernya.

Pasukan komunis mengirim jet tempur meluncur melintasi "garis tengah" yang mengalir di Selat Taiwan pada hari Kamis, menurut Kementerian Pertahanan Taiwan di Taipei. Dan mereka menembakkan rentetan rudal balistik ke pulau itu dalam tampilan senjata yang mengancam.

"Beijing dapat memilih serangan hukuman terbatas menggunakan rudal dan jet untuk melemahkan Taiwan dengan menargetkan pertahanan pantai, situs radar dan lapangan terbang," kata para analis.

Diperkirakan pusat-pusat populasi besar akan dihindari - setidaknya pada awalnya - dengan harapan membawa Taiwan ke meja perundingan tanpa memprovokasi reaksi dari Barat.

4. Serangan besar-besaran

Para ahli memperingatkan, China bisa melancarkan serangan besar-besaran ke Taiwan yang bahkan bisa lebih dahsyat daripada serangan Rusia ke Ukraina.

Jika terjadi serangan besar-besaran, China akan mengerahkan pasukan di titik-titik strategis melintasi Selat Taiwan sepanjang 70 mil. Kepanikan akan dirasakan di seluruh negeri jika perang dunia maya terjadi jika komunikasi Taiwan terganggu.

Para ahli mengatakan, rudal hipersonik seperti DF-17 dapat digunakan untuk mencapai "target bergerak di laut".

Analis militer khawatir kawanan drone berteknologi tinggi, hingga satu juta tentara, kapal perang, dan pembom semuanya dapat dikirim ke dalam tindakan itu.

Baca juga: Memanas! 20 Jet Tempur dan 10 Kapal AL China Lintasi Garis Tengah Selat Taiwan

Di laut, armada permukaan dan kapal selam China akan berusaha untuk menghancurkan angkatan laut Taiwan dan kapal serang cepat apa pun yang mungkin mencoba menghentikan kapal induk yang maju atau meletakkan ranjau di lokasi pendaratan strategis.

Angkatan Laut China juga akan bertindak sebagai layar di utara dan timur, memotong potensi bala bantuan dari Jepang atau AS. Tujuannya adalah untuk membanjiri pertahanan Taiwan secepat mungkin dan menghancurkan keinginan rakyat untuk melawan.

Respons internasional pun kurang lebih dijamin.

Tetapi jika mereka dapat merebut pulau itu dalam waktu dua hari, maka akan terlambat bagi Barat untuk menghentikan mereka, kata para analis meyakini perencana Beijing.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved