Bisakah Drone Iran Bantu Rusia di Ukraina? Ini yang Bikin Ketar-ketir AS
Jum'at, 15 Juli 2022 - 14:31 WIB
loading...
Sejumlah drone buatan Iran yang dipamerkan di lapangan terbang. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan pada Senin (11/7/2022) lalu menuding Iran sedang bersiap mengirim "beberapa ratus" UAV ke Rusia, untuk digunakan dalam operasi militer Moskow di Ukraina.
Iran langsung menolak klaim tersebut dan Rusia tidak memberikan komentar apapun atas pernyataan tersebut.
Setelahnya, Teheran dan Moskow mengumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi ibukota Iran pekan depan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Lantas, muncul pertanyaan penting, apakah drone Iran dapat berguna bagi Rusia dalam operasi khusus di Ukraina?
RT.com menjelaskan mengapa AS ketar-ketir dengan prospek tersebut dan bagaimana perkembangan ini dapat memengaruhi kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran.
Baca juga: Usai Pidato Berapi-api Ancam Rusia, Calon PM Inggris Truss Tersesat Cari Pintu Keluar Ruangan
Washington telah mewaspadai program drone Iran bahkan sebelum Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina.
November lalu, AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan swasta Iran yang diduga terlibat dalam produksi kendaraan tanpa awak (UAV atau drone) tempur dan pengintaian.
Menurut pihak Amerika, perusahaan-perusahaan ini mengaku terlibat dalam “penelitian pribadi” sambil secara diam-diam memberikan dukungan kritis untuk pengembangan UAV Korps Garda Revolusi Islam Iran dan melakukan transaksi internasional untuk kepentingan pemerintah Iran.
Baca juga: Rusia Respons Keras Ancaman Calon Perdana Menteri Inggris Liz Truss
Yang terakhir, pada gilirannya, memasok drone ke sekutunya, termasuk kelompok yang diakui AS sebagai organisasi teroris.
Khususnya, bahkan saat itu, Departemen Keuangan AS bersikeras UAV Iran “mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.”
Pemimpin Redaksi majalah Drone Aviation Denis Fedutinov mengatakan kepada RT bahwa drone Iran sebenarnya sangat layak untuk diperhitungkan. Iran telah merancangnya sejak 1980-an.
“Saat ini, Iran memiliki beberapa lusin sistem drone, mulai dari drone mini hingga model daya tahan ketinggian menengah,” ujar dia.
Beberapa UAV Iran terinspirasi desain AS. Misalnya, Qods Yasir didasarkan pada Boeing Insitu ScanEagle yang dicegat Iran pada 2012.
Adapun Shahed 171 Simorgh dan Saegheh-2 memiliki banyak kesamaan dengan RQ-170 Sentinel yang melanggar wilayah udara Iran pada 2011.
Secara visual mirip dengan Predator MQ-1 AS, drone serang Shahed 129 sangat menarik, karena mereka telah memainkan peran aktif dalam perang saudara di Suriah sejak 2014.
Iran langsung menolak klaim tersebut dan Rusia tidak memberikan komentar apapun atas pernyataan tersebut.
Setelahnya, Teheran dan Moskow mengumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi ibukota Iran pekan depan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Lantas, muncul pertanyaan penting, apakah drone Iran dapat berguna bagi Rusia dalam operasi khusus di Ukraina?
RT.com menjelaskan mengapa AS ketar-ketir dengan prospek tersebut dan bagaimana perkembangan ini dapat memengaruhi kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran.
Baca juga: Usai Pidato Berapi-api Ancam Rusia, Calon PM Inggris Truss Tersesat Cari Pintu Keluar Ruangan
Washington telah mewaspadai program drone Iran bahkan sebelum Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina.
November lalu, AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan swasta Iran yang diduga terlibat dalam produksi kendaraan tanpa awak (UAV atau drone) tempur dan pengintaian.
Menurut pihak Amerika, perusahaan-perusahaan ini mengaku terlibat dalam “penelitian pribadi” sambil secara diam-diam memberikan dukungan kritis untuk pengembangan UAV Korps Garda Revolusi Islam Iran dan melakukan transaksi internasional untuk kepentingan pemerintah Iran.
Baca juga: Rusia Respons Keras Ancaman Calon Perdana Menteri Inggris Liz Truss
Yang terakhir, pada gilirannya, memasok drone ke sekutunya, termasuk kelompok yang diakui AS sebagai organisasi teroris.
Khususnya, bahkan saat itu, Departemen Keuangan AS bersikeras UAV Iran “mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.”
Pemimpin Redaksi majalah Drone Aviation Denis Fedutinov mengatakan kepada RT bahwa drone Iran sebenarnya sangat layak untuk diperhitungkan. Iran telah merancangnya sejak 1980-an.
“Saat ini, Iran memiliki beberapa lusin sistem drone, mulai dari drone mini hingga model daya tahan ketinggian menengah,” ujar dia.
Beberapa UAV Iran terinspirasi desain AS. Misalnya, Qods Yasir didasarkan pada Boeing Insitu ScanEagle yang dicegat Iran pada 2012.
Adapun Shahed 171 Simorgh dan Saegheh-2 memiliki banyak kesamaan dengan RQ-170 Sentinel yang melanggar wilayah udara Iran pada 2011.
Secara visual mirip dengan Predator MQ-1 AS, drone serang Shahed 129 sangat menarik, karena mereka telah memainkan peran aktif dalam perang saudara di Suriah sejak 2014.
Lihat Juga :