Yordania Usulkan Pengasingan 3.000 Anggota Hamas dari Gaza untuk Akhiri Genosida Israel
Selasa, 25 Maret 2025 - 18:45 WIB
loading...
Para anggota Brigade Al-Qassam bersama seorang sandera Israel saat penyerahan tiga warga Israel yang disandera kepada Komite Palang Merah Internasional di kamp pengungsi al-Nuseirat, Gaza tengah, pada 22 Februari 2025. Foto/Xinhua/Rizek Abdeljawad
A
A
A
AMMAN - Yordania mengusulkan rencana mengasingkan 3.000 anggota Hamas dan sayap militernya dari Jalur Gaza dalam upaya mengakhiri perang Israel yang sedang berlangsung.
Middle East Eye melaporkan sumber-sumber Amerika dan Palestina yang diberi pengarahan tentang usulan Yordania.
Menurut usulan Yordania, anggota Hamas yang akan diasingkan mencakup para pemimpin militer dan sipil serta anggota Hamas.
Rencana tersebut juga menyerukan pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya di Gaza, menurut jadwal yang telah ditetapkan.
Ini akan mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza yang mengalami genosida oleh Israel dan memungkinkan Otoritas Palestina (PA) mengambil alih kendali.
MEE menghubungi Kementerian Luar Negeri Yordania tetapi tidak menerima tanggapan hingga saat publikasi.
Usulan tersebut muncul saat Israel meningkatkan pembomannya di Gaza, hanya beberapa hari setelah melanggar gencatan senjata yang ditandatanganinya dengan Hamas awal tahun ini.
Middle East Eye melaporkan sumber-sumber Amerika dan Palestina yang diberi pengarahan tentang usulan Yordania.
Menurut usulan Yordania, anggota Hamas yang akan diasingkan mencakup para pemimpin militer dan sipil serta anggota Hamas.
Rencana tersebut juga menyerukan pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya di Gaza, menurut jadwal yang telah ditetapkan.
Ini akan mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza yang mengalami genosida oleh Israel dan memungkinkan Otoritas Palestina (PA) mengambil alih kendali.
MEE menghubungi Kementerian Luar Negeri Yordania tetapi tidak menerima tanggapan hingga saat publikasi.
Usulan tersebut muncul saat Israel meningkatkan pembomannya di Gaza, hanya beberapa hari setelah melanggar gencatan senjata yang ditandatanganinya dengan Hamas awal tahun ini.
Lihat Juga :