Mantan Presiden Yanukovych: Ukraina Berisiko Gabungkan Negaranya dengan Polandia
Sabtu, 28 Mei 2022 - 18:03 WIB
loading...
Viktor Yanukovych saat masih menjabat presiden Ukraina duduk di Olimpiade Musim Dingin 2014, Sochi, 7 Februari 2014. Foto/REUTERS/David Goldman
A
A
A
KIEV - Ukraina menghadapi kehilangan kedaulatannya dan berpotensi merger dengan Polandia. Peringatan itu diungkapkan mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych.
Mantan presiden yang digulingkan dalam kudeta Maidan 2014 itu merilis pidato panjang pada Jumat di mana dia berbagi pemikirannya tentang akar gejolak yang sedang berlangsung dan potensi nasib negara itu.
“Peran Ukraina saat ini sebagai instrumen melawan Rusia telah digariskan Barat jauh sebelum konflik antara Moskow dan Kiev pecah pada akhir Februari,” papar mantan presiden itu.
Baca juga: Rakyat Negara NATO Ini Patungan Beli Drone Canggih untuk Ukraina
“Pada tahun 2014, Ukraina ditunjuk negara-negara Barat tertentu sebagai wilayah di mana pelemahan total Rusia harus dimulai. Tepatnya sebagai wilayah, dan bukan sebagai negara merdeka, bukan sebagai orang yang ingin hidup damai dengan semua tetangganya, tidak termasuk Rusia,” ujar Yanukovych.
Baca juga: Iran Sita 2 Kapal Tanker Yunani, Athena Protes Pembajakan
“Konflik yang terjadi saat ini bisa berakibat fatal bagi negara,” papar dia.
Mantan presiden yang digulingkan dalam kudeta Maidan 2014 itu merilis pidato panjang pada Jumat di mana dia berbagi pemikirannya tentang akar gejolak yang sedang berlangsung dan potensi nasib negara itu.
“Peran Ukraina saat ini sebagai instrumen melawan Rusia telah digariskan Barat jauh sebelum konflik antara Moskow dan Kiev pecah pada akhir Februari,” papar mantan presiden itu.
Baca juga: Rakyat Negara NATO Ini Patungan Beli Drone Canggih untuk Ukraina
“Pada tahun 2014, Ukraina ditunjuk negara-negara Barat tertentu sebagai wilayah di mana pelemahan total Rusia harus dimulai. Tepatnya sebagai wilayah, dan bukan sebagai negara merdeka, bukan sebagai orang yang ingin hidup damai dengan semua tetangganya, tidak termasuk Rusia,” ujar Yanukovych.
Baca juga: Iran Sita 2 Kapal Tanker Yunani, Athena Protes Pembajakan
“Konflik yang terjadi saat ini bisa berakibat fatal bagi negara,” papar dia.
Lihat Juga :