4 Negara yang Melarang Perayaan Natal, Salah Satunya Berisiko Dieksekusi

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:11 WIB
loading...
4 Negara yang Melarang...
Pemimpin Korut Kim Jong-un melarang rakyatnya merayakan Natal. Foto/the sun
A A A
PYONGYANG - Sedikitnya ada empat negara yang melarang perayaan Natal. Masing-masing di antaranya memiliki alasan serta konsekuensi tersendiri bagi para pelanggarnya.

Secara umum, perayaan Natal dirayakan banyak orang di dunia. Tradisi dan cara perayaannya pun beragam karena mengikuti karakteristik dan budaya masing-masing negara.

Kendati begitu, ternyata tidak semua negara melegalkan perayaan Natal. Beberapa di antaranya diketahui memiliki larangan tersendiri dengan berbagai pertimbangannya. Siapa saja mereka?

Negara yang Melarang Perayaan Natal

1. Korea Utara


Korea Utara bisa dibilang sebagai salah satu negara yang paling tidak bersahabat dengan perayaan seperti Natal.

Momen Natal tidak pernah dirayakan secara terbuka Pyongyang sejak Dinasti Kim mulai mengambil tindakan drastis terhadap kebebasan beragama pada 1948.

Bagi warga yang nekat dan terbukti bersalah merayakannya akan menghadapi risiko dipenjara atau hukuman yang lebih berat.

Mengutip The Sun, seorang pembelot pernah mengungkap fakta mengejutkan dari larangan Natal di Korea Utara. Bernama Timothy Cho, ia mengaku tidak pernah mendengar Natal sampai dirinya datang ke Inggris.

Cho yang kini bekerja dengan 0pen Doors UK & Ireland, sebuah lembaga amal yang mengadvokasi atas nama orang-orang Kristen yang teraniaya di seluruh dunia, menyamakan Korea Utara dengan negeri fiksi "terkutuk" Narnia. Di sana, tidak ada kebebasan apa pun untuk merayakan hari keagamaan seperti Natal.

"Umat Kristen bawah tanah mungkin merayakannya secara rahasia dengan menyanyikan sejumlah himne dengan sangat pelan dan membaca kitab suci, tetapi hanya itu saja. Bayaran yang harus mereka tanggung seandainya ketahuan juga sangat mahal,” ungkap Cho, dikutip Selasa (24/12).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved