Inggris Bekukan Aset Rusia Rp5.028 Triliun, Disebutnya Peti Perang Putin

Rabu, 06 April 2022 - 11:47 WIB
loading...
Inggris Bekukan Aset...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Liz Truss. Foto/REUTERS
A A A
WARSAWA - Inggris telah membekukan sekitar USD350 miliar (Rp5.028 triliun) aset dari "peti perang" Presiden Rusia Vladimir Putin.

Langkah tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Liz Truss selama kunjungan ke Warsawa pada Selasa (5/4/2022).

“Sejauh ini, sanksi kami berdampak melumpuhkan pada mereka yang memberi makan dan mendanai mesin perang Putin. Pekan ini kami akan mengumumkan bahwa kami telah membekukan lebih dari USD350 miliar peti perang Putin,” ujar Truss.

Baca juga: Putin Beri Peringatan Keras pada Barat Soal Nasionalisasi Aset

Dia mengatakan, “Tindakan ini berarti bahwa lebih dari 60 persen dari cadangan mata uang asing rezim senilai USD604 miliar sekarang tidak tersedia bagi pemerintah Rusia.”

Baca juga: Kekuatan Senjata Nuklir China Diprediksi Segera Samai AS dan Rusia

Truss mengatakan, "Sanksi terkoordinasi mendorong ekonomi Rusia kembali ke era Soviet."

Baca juga: AS Peringatkan Terobosan Nuklir China Ubah Keseimbangan Keamanan Global

"Tapi kita bisa dan kita harus berbuat lebih banyak," tegas dia.

Dia menyerukan larangan kapal Rusia berlabuh di pelabuhan Barat dan menyetujui jadwal yang jelas untuk menghilangkan impor minyak, batu bara dan gas Rusia.

Dia juga mendesak mitra NATO dan G7 Inggris memberlakukan pembatasan pada “industri yang mengisi peti perang Putin, seperti emas.”

Truss mengatakan dia "terkejut" oleh pemandangan di Bucha, kota di barat laut Kiev, di mana sejumlah mayat dengan pakaian sipil ditemukan setelah mundurnya pasukan Rusia.

“Ini adalah tindakan mengerikan dari jenis yang kami pikir kami tinggalkan di abad ke-20. Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang telah mereka lakukan,” ujar dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved