Putin Tuduh Pasukan Ukraina Melakukan Kejahatan Perang

Sabtu, 19 Maret 2022 - 07:27 WIB
loading...
Putin Tuduh Pasukan...
Putin Tuduh Pasukan Ukraina Melakukan Kejahatan Perang. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (18/3/2022) menuduh Kiev melakukan " kejahatan perang ". Hal itu diungkapkan Putin dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron .

Dalam percakapan itu, Putin juga mengatakan bahwa Moskow melakukan "segala yang mungkin" untuk menghindari kematian warga sipil di Ukraina.

Baca: Heboh, Pidato Live Putin Terputus saat Puji Invasi Rusia ke Ukraina

"Perhatian tertuju pada banyak kejahatan perang yang dilakukan setiap hari oleh pasukan keamanan Ukraina," kata Kremlin tentang percakapan telepon antara Putin dan Emmanuel Macron, seperti dikutip dari AFP.

"Terutama serangan roket dan artileri besar-besaran di kota-kota Donbas," tambah Kremlin, mengacu pada wilayah timur yang berbahasa Rusia di Ukraina, yang sebagian dikuasai oleh separatis pro-Moskow.

“Putin mengatakan kepada Macron bahwa tentara Rusia melakukan segala yang mungkin untuk melindungi kehidupan warga sipil yang damai, termasuk dengan mengatur koridor kemanusiaan untuk evakuasi mereka yang aman", kata Kremlin.

Baca: Soal Pertemuan Langsung Zelensky dan Putin, Ini Kata Kremlin

Menurut Kremlin, kedua pemimpin juga membahas negosiasi yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev untuk mengakhiri konflik di Ukraina dalam panggilan telepon, yang merupakan "inisiatif Prancis".

Macron telah memainkan peran utama dalam mencoba meredakan krisis melalui dorongan diplomatik yang membuatnya berbicara dengan Putin secara langsung atau melalui telepon sekitar belasan kali sejak konflik dimulai.

Selama panggilan terakhir, yang berlangsung satu jam 10 menit, Macron menyatakan "keprihatinannya yang ekstrem" atas nasib Mariupol, kota pesisir selatan yang telah dilanda pemboman hebat dalam beberapa hari terakhir.

Baca: Jatuhkan Sanksi Kepada Putin, Selandia Baru: Ini Baru Permulaan

Kantor Macron mengatakan, dia mendesak "pencabutan pengepungan dan akses kemanusiaan" ke kota itu, dengan "langkah-langkah konkret dan dapat diverifikasi" untuk memastikan keselamatan penduduk.

“Presiden Prancis juga "sekali lagi menuntut penghormatan segera atas gencatan senjata" di Ukraina,” kata pernyataan Istana Elysee.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved