Mampu Serang Kapal Induk, AS Akui Kehebatan Rudal dan Drone Houthi
Sabtu, 16 November 2024 - 05:05 WIB
loading...
Kapal induk AS dihancurkan rudal dan drone Houthi. Foto/X/@SJTEAM_R_MEDIA
A
A
A
SANAA - Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) yang bertanggung jawab untuk membeli senjata bagi militer, Bill LaPlante, mengungkapkan keheranannya mengenai kekuatan senjata yang dikerahkan oleh Houthi terhadap rezim Israel dan sekutunya. Apalagi, Houthi juga mampu menarget kapal induk AS.
"Saya hanya terkejut," kata Pejabat Pentagon untuk Akuisisi dan Keberlanjutan Bill LaPlante, dilansir Axios. Dia mengatakan kualitas dan luasnya operasi yang telah dilakukan pasukan Yaman selama enam bulan terakhir.
"Pasukan Jouthi memiliki senjata yang semakin canggih, termasuk rudal yang dapat melakukan hal-hal yang luar biasa," katanya. Dia menambahkan, "Saya seorang insinyur dan fisikawan, dan saya telah berkecimpung di bidang rudal sepanjang karier saya."
Pasukan Houthi "semakin menakutkan," pejabat Amerika itu menambahkan.
Pasukan Houthi telah melakukan ratusan serangan terhadap target-target Israel di dalam wilayah Palestina yang diduduki sebagai balasan atas perang genosida rezim tersebut pada Oktober 2023-sekarang dan pengepungan yang dilakukan bersamaan di Jalur Gaza dan eskalasi mematikan terhadap Lebanon.
Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir
"Saya hanya terkejut," kata Pejabat Pentagon untuk Akuisisi dan Keberlanjutan Bill LaPlante, dilansir Axios. Dia mengatakan kualitas dan luasnya operasi yang telah dilakukan pasukan Yaman selama enam bulan terakhir.
"Pasukan Jouthi memiliki senjata yang semakin canggih, termasuk rudal yang dapat melakukan hal-hal yang luar biasa," katanya. Dia menambahkan, "Saya seorang insinyur dan fisikawan, dan saya telah berkecimpung di bidang rudal sepanjang karier saya."
Pasukan Houthi "semakin menakutkan," pejabat Amerika itu menambahkan.
Pasukan Houthi telah melakukan ratusan serangan terhadap target-target Israel di dalam wilayah Palestina yang diduduki sebagai balasan atas perang genosida rezim tersebut pada Oktober 2023-sekarang dan pengepungan yang dilakukan bersamaan di Jalur Gaza dan eskalasi mematikan terhadap Lebanon.
Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir
Lihat Juga :