Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi

Rabu, 05 Januari 2022 - 04:24 WIB
loading...
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Arab Saudi bulan depan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi bulan depan. Hubungan kedua negara pernah memburuk ketika pemimpin Turki itu terus mengusik kasus pembunuhan jurnalis pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi, tahun 2018 lalu.

Jika kunjungan Erdogan terealisasi, itu akan menjadi lawatan pertamanya sejak pembunuhan jurnalis tersebut.

Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Para pelakunya adalah para "agen nakal" kerajaan.

Baca juga: Erdogan Menjamu Rabi di Istana: Hubungan Turki dan Israel Akan Selalu Kuat

“Mereka mengharapkan saya pada bulan Februari. Saya akan berkunjung ke Arab Saudi pada Februari,” kata Erdogan dalam sebuah video yang di-posting di media sosial, hari Senin, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (4/1/2022).

Komentar pemimpin Turki itu muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang masalah eksportir Turki dan Arab Saudi di sela-sela acara perdagangan di Istanbul.

Khashoggi (59) adalah seorang jurnalis pembangkang Arab Saudi yang menulis kolom untuk The Washington Post dan pergi ke konsulat untuk mendapatkan dokumen pernikahannya dengan tunangannya asal Turki; Hatice Cengiz.

Pembunuhannya telah mencoreng reputasi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meskipun dia menyangkal keras tuduhan keterlibatannya dalam kasus itu.

Jenazah Khashoggi tidak pernah ditemukan, dan Erdogan pada saat itu menyalahkan pejabat senior Arab Saudi meskipun dia tidak pernah menyebut Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pembunuhan itu menjadi berita utama di seluruh dunia dan pengadilan terhadap beberapa terdakwa asal Saudi saat ini sedang berlangsung di Turki.

Pada tahun-tahun berikutnya, Arab Saudi berusaha secara informal menekan ekonomi Turki, yang telah mengalami krisis mata uang pada 2018.

Ada seruan bagi warga Saudi untuk menghindari kunjungan ke Turki dan membeli properti di sana, sementara eksportir Turki mengeluhkan penundaan di bea cukai Saudi pada tahun 2020.

Hubungan antara kedua negara juga telah tegang oleh konflik lain di kawasan itu, termasuk perang di Suriah dan Libya.

Selain itu, Riyadh, bersama dengan beberapa negara lain di kawasan itu, telah berulang kali menuduh Turki mendukung kelompok “teroris”.

Tetapi Turki telah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan saingan regional termasuk Mesir dan Arab Saudi dalam dua tahun terakhir.

Mei lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berada di Arab Saudi untuk pertama kalinya sejak pembunuhan Khashoggi, menandakan berakhirnya "konflik dingin" diplomatik yang panjang antara kedua negara. Kedua belah pihak pada saat itu mengumumkan bahwa mereka berharap untuk memperbaiki hubungan.

Kunjungan yang direncanakan ke Arab Saudi datang pada saat yang kritis bagi Turki, yang menderita krisis mata uang akibat kebijakan ekonomi Erdogan yang tidak konvensional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved