Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri

Rabu, 20 November 2024 - 14:41 WIB
loading...
Turki Khianati NATO,...
Turki sebut Rusia memiliki hak untuk membela diri. Foto/Sputnik
A A A
ANKARA - Barat harus memperhatikan doktrin nuklir terbaru Rusia , yang mencerminkan hak dan kemampuan Moskow untuk mempertahankan diri dari ancaman. Itu diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Moskow mengungkap perubahan yang diusulkan pada pencegah strategisnya pada bulan September, sementara Ukraina masih menuntut izin untuk menggunakan senjata Barat untuk serangan jarak jauh ke wilayah Rusia. Doktrin baru tersebut secara resmi diadopsi pada hari Selasa, beberapa jam setelah rudal Ukraina yang dipasok AS digunakan untuk menargetkan Wilayah Bryansk.

"Saya pikir pernyataan Rusia ini, terutama, merupakan tindakan yang diambil sebagai tanggapan atas sikap yang diambil terhadapnya, terkait penggunaan senjata konvensional," kata Erdogan pada Selasa dalam konferensi pers setelah KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, dilansir RT.

"Saya pikir masalah ini harus dipertimbangkan oleh pejabat NATO. Rusia memiliki hak dan kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri dan mengambil tindakan untuk pertahanannya. Dan Rusia terpaksa mengambil tindakan ini," tambah Erdogan.

Baca Juga: Biadab! Tentara Israel Kencingi Alquran saat Menyerbu Rumah di Gaza

Negara-negara NATO memiliki hak yang sama untuk membela diri, kata pemimpin Turki itu, tetapi perlu diingat bahwa "tidak ada keuntungan dari perang yang melibatkan senjata nuklir."

Beberapa media AS melaporkan selama akhir pekan bahwa Presiden AS Joe Biden telah mencabut pembatasan penggunaan roket yang dipasok AS oleh Kiev. Gedung Putih tidak mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut, tetapi Vladimir Zelensky dari Ukraina mengklaim pada Selasa bahwa laporan itu benar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Lagu Kebangsaan Spanyol...
Lagu Kebangsaan Spanyol Tak Punya Lirik, Bagaimana Cara Nyanyinya?
Rekomendasi
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved