Joe Biden Nekat Maju Lagi pada Pemilu 2024 Meski Popularitas Terpuruk

Selasa, 23 November 2021 - 07:46 WIB
loading...
Joe Biden Nekat Maju Lagi pada Pemilu 2024 Meski Popularitas Terpuruk
Presiden AS Joe Biden memberi hormat setelah Pelantikan Presiden di Washington, 20 Januari 2021. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang telah berusia 79 tahun itu mencalonkan diri kembali pada pemilu presiden 2024. Gedung Putih mengkonfirmasi rumor yang terus-menerus muncul itu.

Rencana Biden itu mengabaikan jajak pendapat baru-baru ini yang menunjukkan popularitas presiden dari Partai Demokrat itu terpuruk pada rekor terendah.

Berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Senin (22/11/2021), sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengkonfirmasi keinginan Biden mencalonkan diri dalam pemilihan kembali.

Baca juga: Covid-19 Kembali Menggila, Slovakia akan Lockdown Tiga Pekan

Presiden dan Ibu Negara AS sedang dalam perjalanan ke Fort Bragg, Carolina Utara untuk acara "Friendsgiving" dengan pasukan AS yang berbasis di sana.

Baca juga: Mantan Pejuang ISIS Bayar Rp114 Juta Per Orang untuk Bisa Bebas dari Penjara



Biden sudah menjadi presiden AS tertua yang menjabat, dan akan berusia 82 tahun pada saat pemilu presiden 2024 bergulir.

Baca juga: Ngeri, Kapal Selam Nuklir Rusia Tenggelam setelah Tabrak Kapal Selam NATO

Ada spekulasi luas pada 2020 bahwa pasangannya, Wakil Presiden AS Kamala Harris dipilih sehingga dia dapat dipersiapkan mengambil alih posisi presiden setelah satu masa jabatan.

Lebih banyak spekulasi menyusul dalam beberapa hari terakhir, karena beberapa jajak pendapat menunjukkan Biden dengan rekor peringkat persetujuan yang rendah. Yang lebih buruk, popularitas Harris juga lebih rendah dibandingkan Biden.

Pada konferensi pers pertamanya sebagai presiden pada Maret, Biden bercanda bahwa dia “tidak tahu apakah akan ada Partai Republik” pada 2024, apalagi apakah dia akan berhadapan dengan Donald Trump dalam pemilu mendatang.

Hasil resmi menunjukkan Biden-Harris menang pada 2020 dengan memecahkan rekor 81 juta suara populer dan 306 suara electoral college dibandingkan dengan Trump-Pence 232, margin yang sama persis dengan Trump saat mengalahkan Hillary Clinton pada 2016.
(sya)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1893 seconds (10.101#12.26)