Beli Sperma dan Belajar dari YouTube, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Senin, 20 September 2021 - 15:29 WIB
loading...
Beli Sperma dan Belajar...
Stephenie Taylor, 33, (kiri) dan Eden, bayi yang dia lahirkan dari sperma yang dia beli online. Taylor melakukan inseminasi sendiri dengan belajar dari tutorial YouTube. Foto/Triangle News
A A A
LONDON - Seorang Ibu di Inggris dengan bangga menyebut anak kedua yang dia lahirkan dengan sebutan "bayi online". Sebab, bayi itu hasil dari sperma yang dia beli online dan menggunakannya melalui totorial di YouTube.

Stephenie Taylor, 33, beralih ke internet untuk membeli sperma dan alat inseminasi setelah memutuskan untuk memiliki anak kedua. Dia melakukannya karena biaya di klinik kesuburan swasta terlalu mahal.

Baca juga: Tak Sudi Anaknya Diajari Seks Anal, Ibu Ini Marahi Para Guru

Taylor mengatakan apa yang dilakukannya dan berhasil adalah keajaiban. "Bayi online nyata," ujarnya dengan bangga, seperti dikutip The Mirror, Minggu (19/9/2021).

Kecewa ketika mengetahui mahalnya biaya klinik kesuburan swasta, Taylor sejenak berpikir untuk membatalkan rencananya memiliki anak kedua.

Tapi kemudian dia menemukan aplikasi Just A Baby yang dia gunakan untuk memesan sperma, lalu dia beralih ke eBay untuk memesan alat inseminasi—sebelum mempelajari cara menggunakannya dengan tutorial YouTube.

Dari upayanya itu, Taylor berhasil mengandung. Dia kemudian melahirkan bayi yang dia beri nama Eden. Dia bangga melahirkan Edan yang dia gambarkan sebagai "bayi online nyata".

"Jika saya tidak memiliki akses ke semua itu secara elektronik maka dia tidak akan berada di sini. Tapi saya senang menjadi seorang Ibu lagi dan saya bangga dengan cara dia datang ke dunia," katanya.

Stephenie, asal Nunthorpe, Inggris, sudah memiliki anak laki-laki; Frankie, yang akan berusia lima tahun bulan depan. Frankie adalah anak yang dia lahirkan dari mantan pasangannya.

Tapi dia tidak ingin Frankie menjadi anak tunggal dan ingin melengkapi keluarganya.

Dia kemudian mulai mencari klinik kesuburan swasta tetapi terhalang oleh biaya yang mahal. Dia tidak ingin kehidupan asmaranya yang tidak bahagia memengaruhi kehidupan putranya.

Baca juga: Taliban Eksekusi Pasukan Khusus Afghanistan Didikan Inggris, Tentara SAS Malu

Seorang teman merekomendasikan aplikasi Just A Baby. Seperti layanan kencan Tinder, pengguna cukup menggesek ke kanan jika tertarik dengan profil seseorang.

Stephenie menginginkan sperma dari pria yang berorientasi keluarga tanpa riwayat penyakit serius, idealnya dengan fitur yang mirip dengannya sehingga anak mereka akan terlihat seperti Frankie. Dia menemukannya dalam sehari.

Setelah berkirim pesan selama tiga minggu, pria penjual sperma menurunkan spermanya di rumah Taylor pada Januari 2020.

"Dia baik, hangat dan ramah dan kami minum teh dan mengobrol tentang cuaca," kata Taylor.

Dia menggunakan sampel sperma itu untuk membuahi dirinya sendiri dan dua minggu kemudian mengetahui bahwa dia hamil.

Ibu dan saudara perempuannya senang, tetapi Taylor mengatakan Ayahnya butuh beberapa saat untuk bergabung dalam kebahagiaan itu. Tapi, ayahnya sekarang berpikir itu adalah "keputusan yang brilian."

Stephenie menyambut bayi kelahiran bayi Eden pada 15 Oktober tahun lalu dan mengirim pesan kepada si pendonor sperma.

Taylor mengatakan tidak akan ada masalah jika Eden ingin bertemu dengan "kontributor DNA" ketika dia tumbuh dewasa nanti.

Pendonor sperma, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan: "Dia adalah orang yang luar biasa dan saya senang melakukannya lagi jika dia ingin lebih banyak anak di masa depan."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved