PBB Perpanjang Mandat Francesca Albanese, Israel dan Pendukung Zionis Murka
Minggu, 06 April 2025 - 14:35 WIB
loading...
Francesca Albanese terpilih lagi sebagai Pelapor Khusus untuk wilayah Palestina. Foto/Hatim Kaghat/Le Soir, Supplie
A
A
A
NEW YORK - Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan suara untuk memperpanjang mandat Francesca Albanese sebagai Pelapor Khusus untuk wilayah Palestina yang dijajah Israel selama tiga tahun lagi.
Perpanjangan itu dilakukan meskipun ada tekanan berkelanjutan dari pemerintah pro-Israel dan kelompok advokasi, termasuk Amerika Serikat (AS).
Keputusan tersebut diambil pada hari Jumat (4/4/2025), selama sesi terakhir pertemuan ke-58 UNHRC di Jenewa. Albanese sekarang akan melanjutkan perannya hingga tahun 2028.
Pengangkatannya kembali menghadapi perlawanan keras dari beberapa negara Barat dan organisasi lobi yang kritis terhadap pendiriannya yang blak-blakan tentang kebijakan Israel.
Albanese telah berulang kali menuduh Israel melakukan pembersihan etnis dan genosida dalam laporan dan pernyataan publiknya, yang menuai pujian dari para pembela hak asasi manusia dan kemarahan dari pejabat Israel dan sekutu mereka.
Salah satu kampanye paling vokal terhadapnya dipimpin UN Watch, yang merilis berkas setebal 60 halaman yang menuduhnya mempromosikan antisemitisme dan "terorisme" dalam kapasitasnya sebagai Pelapor Khusus PBB.
Kelompok tersebut juga meluncurkan petisi yang mendesak Dewan memblokir perpanjangan masa jabatannya dan menuntut pemecatannya segera selama sesi baru-baru ini.
Perpanjangan itu dilakukan meskipun ada tekanan berkelanjutan dari pemerintah pro-Israel dan kelompok advokasi, termasuk Amerika Serikat (AS).
Keputusan tersebut diambil pada hari Jumat (4/4/2025), selama sesi terakhir pertemuan ke-58 UNHRC di Jenewa. Albanese sekarang akan melanjutkan perannya hingga tahun 2028.
Pengangkatannya kembali menghadapi perlawanan keras dari beberapa negara Barat dan organisasi lobi yang kritis terhadap pendiriannya yang blak-blakan tentang kebijakan Israel.
Albanese telah berulang kali menuduh Israel melakukan pembersihan etnis dan genosida dalam laporan dan pernyataan publiknya, yang menuai pujian dari para pembela hak asasi manusia dan kemarahan dari pejabat Israel dan sekutu mereka.
Salah satu kampanye paling vokal terhadapnya dipimpin UN Watch, yang merilis berkas setebal 60 halaman yang menuduhnya mempromosikan antisemitisme dan "terorisme" dalam kapasitasnya sebagai Pelapor Khusus PBB.
Kelompok tersebut juga meluncurkan petisi yang mendesak Dewan memblokir perpanjangan masa jabatannya dan menuntut pemecatannya segera selama sesi baru-baru ini.
Lihat Juga :