Iran Puji Misi 'Bersejarah' di Samudra Atlantik, Hina 'Kekuatan Arogan'

Rabu, 08 September 2021 - 10:10 WIB
loading...
Iran Puji Misi Bersejarah...
Kapal pendukung logistik pengumpul intelijen Makran milik Iran. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Militer Iran memuji akhir dari misi yang sukses saat armada angkatan laut strategisnya yang ke-77 menjelajah ke Atlantik untuk pertama kalinya.

Armada itu kembali ke Iran, menempuh jarak sekitar 45.000 km (28.000 mil laut).

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani memuji para pelaut atas keberhasilan pelayaran mereka. "Ini peristiwa militer bersejarah terbesar di medan laut," papar dia.

Baca juga: Rusia Kalahkan 18 Negara, Pertahankan Juara Dunia Tank Biathlon

“Dia mengatakan armada itu terdiri dari kapal perusak Sahand dan kapal pendukung logistik pengumpul intelijen Makran,” ungkap laporan kantor berita Iran Mehr.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Para Pejabat Imarah Islam Afghanistan

Irani mengatakan armada tersebut telah melakukan perjalanan melintasi tiga samudera yakni Hindia, Atlantik Selatan dan Atlantik Utara yang mencakup sekitar 45.000 km (28.000 mil laut).

Baca juga: Nasib Lembah Panjshir Hari Ini: Direbut Taliban tapi Perlawanan Terus Berlanjut

Laksamana itu mengklaim misi itu telah menunjukkan kepercayaan diri Iran di panggung global, tetapi menekankan negaranya mengundang semua mitra regional untuk bersatu dalam “perdamaian dan persahabatan.”

Menurut dia, terlepas dari berbagai sanksi dan “tekanan habis-habisan” yang dikenakan pada Iran, misi tersebut telah menunjukkan Iran dapat mengatasi kesulitan seperti itu dengan menggunakan “kekuatan domestiknya.”

“Kapal perusak Sahand yang diproduksi secara lokal menggambarkan pencapaian ilmiah bangsa,” ungkap dia.

Dia menambahkan misi tersebut menunjukkan “kemampuan dan otoritas” negara itu di perairan di mana “kekuatan arogan hadir.”

Istilah "sombong" atau "kekuatan arogan" digunakan di Iran untuk merujuk pada Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat serta Israel.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengatakan misi itu "sangat mengkhawatirkan."

Para pejabat AS awalnya percaya kapal-kapal itu menuju ke Venezuela untuk memenuhi perjanjian senjata yang dibuat dengan negara itu tahun lalu, tetapi sebaliknya mereka berlayar ke utara, mengikuti pantai barat Afrika, memasuki Selat Inggris, dan menuju Saint Petersburg untuk menghadiri acara memperingati 325 tahun berdirinya Angkatan Laut Rusia pada Juli, sebelum kembali ke Iran.

Kedua kapal tersebut dikembangkan secara lokal sebagai bagian dari upaya Iran memodernisasi kekuatan pertahanannya terlepas dari sanksi AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved